Upaya Pulihkan Trauma Para guru di Papua Melalui 'Training as Healing'
📅 Minggu, 29 Jun 2025, 18:51 WIB | Oleh: OpikSementara itu, Ketua HIMPSI Pusat, Andik Matulessy sangat mendukung adanya kegiatan seperti itu. Ia yakin program seperti itu sangat diharapkan bagi para korban yang mendapatkan kekerasan.
Kegiatan selama empat hari itu menekankan pada proses bercerita dan mengurai beban psikologis yang selama ini terpendam. Sebab, para guru selama ini tidak punya tempat aman untuk mengungkapkan perasaan. Pelatihan seperti itu menjadi ruang pertama untuk mulai pemulihan.
Memang, proses pemulihan tidak bisa hanya empat hari, namun penyintas membutuhkan pendamping jangka panjang. Oleh karena itu, diharapkan peran pemerintah bagi para korban bisa terus dilakukan.
Oleh sebab itu, guna mencegah terjadinya hal-hal tersebut kembali dibutuhkan mitigasi awal sehingga rasa trauma yang di dapatkan saat tugas ke daerah konflik bisa diminimalisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semua pekerjaan memang ada risikonya, namun yang terpenting adalah bagaimana bisa mempersiapkan mental sejak dini agar rasa takut atau kenangan buruk dapat dikelola secara baik. Dengan begitu, semangat untuk kembali beraktivitas akan selalu muncul.
Program “Training as Healing” bukan hanya soal pemulihan trauma, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara bagi mereka yang berada di garis depan pelayanan publik di wilayah terpencil. Pemerintah berkomitmen agar pendidikan di Papua, termasuk di wilayah konflik seperti Yahukimo, tetap berlangsung. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!