Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tengkorak Manusia Naga dari Harbin Kemungkinan Denisova

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 07:16 WIB | Oleh:

DNA pemilik gigi lebih jarang ditemukan. Bertentangan dengan dugaan, ia menemukan sedikit DNA di sana yang merupakan DNA manusia dan tampak cukup tua untuk menjadi milik tengkorak itu sendiri, dan bukan milik salah satu orang yang telah menanganinya sejak saat itu.

“Mereka mungkin benar-benar telah menemukan banyak fragmen DNA dari saya karena saya telah mempelajari dan menangani spesimen tersebut berkali-kali,” kata paleoantropolog Xijun Ni.

Ia merupakan antropolog yang berkantor di lembaga yang sama dan merupakan salah satu penulis bersama makalah yang mengusulkan Homo longi sebagai spesies baru, tetapi bukan penulis bersama makalah saat ini. Ia tidak yakin bahwa analisis protein cukup spesifik, ia juga tidak percaya bahwa DNA yang terdegradasi cukup untuk mengidentifikasi spesimen tersebut sebagai Denisova.

Fu mengakui dalam makalah tersebut bahwa “sebagian besar” DNA yang ia temukan jelas merupakan hasil kontaminasi. Namun, dengan menggunakan protokol yang telah ditetapkan untuk memilih hanya DNA yang memang kuno, ia menemukan bahwa sejumlah kecil DNA yang tersisa, seperti protein, dengan yakin mengidentifikasi tengkorak itu sebagai Denisova.

“Tengkorak itu mengandung 27 varian gen yang hanya ditemukan pada tujuh individu Denisova yang diketahui,” kata Fu. “Tidak satu pun dari ini dapat muncul dari kontaminasi manusia modern.”

“Datanya cukup meyakinkan,” kata ahli paleobiologi Frido Welker dari Universitas Kopenhagen di Denmark, yang mengkhususkan diri dalam analisis protein purba, tetapi tidak terlibat dalam penelitian ini. “Tengkorak Harbin tampaknya milik Denisova.”

Peneliti lain juga yakin. Sejak deskripsi [tengkorak Harbin], saya berharap akhirnya memiliki wajah Denisova, dan makalah ini membuktikannya,” kata Viola yang telah melakukan penggalian di gua Denisova. “Hebat sekali bahwa dua metode berbeda memberi kita hasil yang sama, ini membuat saya jauh lebih yakin bahwa ini nyata,” ungkapnya.

Denisova menghuni wilayah yang lebih luas dari yang diduga. Hasil ini memunculkan pertanyaan yang belum terjawab: Karena Denisova tidak pernah secara resmi dideskripsikan sebagai spesies, namun Homo longi pernah. Lalu haruskah sekarang Denisova disebut sebagai Homo longi?

Bagi sebagian orang, jawabannya jelas ya. “Dengan asumsi klaim penulis itu benar, maka Denisova adalah populasi Homo longi, sama seperti penduduk New York dan Beijing adalah Homo sapiens,” kata Ni. Paleoantropolog Chris Stringer dari Museum Sejarah Alam di London, yang telah bekerja sama dengan Ni dan yang lainnya dalam analisis baru fosil hominin Tiongkok.

Hal ini juga dapat memberikan pencerahan baru tentang bagaimana dan kapan Denisova kawin silang dengan nenek moyang kita sendiri yang dapat membantu menjelaskan mengapa, lama setelah Denisova terakhir seperti “Manusia Naga” punah, jejak DNA mereka masih ada pada beberapa orang saat ini. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.