Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buah Hati Mungil Jangan Sampai Dehidrasi Bisa Kena Sakit Kuning

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 00:15 WIB | Oleh:
Buah Hati Mungil Jangan Sampai Dehidrasi Bisa Kena Sakit Kuning Doc: ist
Ket. bayi

JAKARTA – Sayangi buah hati yang baru lahir, jangan sampai kekurangan air susu ibu karena bisa menyebabkan dehidrasi. Dokter anak subspesialis neonatologi  dr Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K) mengatakan penyakit kuning pada anak yang baru dilahirkan bisa terjadi karena faktor dehidrasi. Salah satunya karena anak hanya mendapatkan air susu ibu (ASI).

"Penyebabnya adalah keluar ASI rata-rata pada saat anaknya berusia 3-5 hari sehingga terjadi dehidrasi dari anak tersebut dan itu salah satu penyebab kuning," ujar Rosalina, yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia, dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Dehidrasi menyebabkan bilirubin atau pigmen kuning dalam darah tidak dapat keluar dari tubuh melalui feses ataupun urin. Alih-alih terbuang melalui feses atau urin, bilirubin diserap lagi oleh tubuh.

Kondisi yang disebut dengan breastfeeding jaundice itu dapat ditangani dengan tetap memberikan ASI sebanyak mungkin pada anak, bukan menghentikan pemberian ASI. Asupan ASI membuat bilirubin dapat diproses dan dikeluarkan tubuh melalui urin dan feses. "Kalau minumnya banyak, bilirubin yang di feses dan urin akan keluar," kata Rosalina  menjelaskan.

Penyakit kuning juga dapat terjadi setelah anak berusia tujuh hari, namun, kondisi itu secara mekanisme belum diketahui secara pasti. Pada anak berusia tujuh hari, kondisi itu diduga ditularkan ibu melalui ASI dan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, yang menghambat hari untuk memproses pigmen kuning.

Rosalina mengatakan jika gangguan melampaui batas yang ditetapkan, sebaiknya lakukan terapi sesuai dengan saran dokter. Dia juga menyarankan ibu yang menyusui agar memenuhi nutrisi secara lengkap agar anak juga mendapatkan nutrisi melalui ASI.

Penyakit kuning pada anak usia 0-28 hari merupakan kondisi kandungan bilirubin atau pigmen kuning yang tinggi atau hiperbilirubinemia. Kondisi itu juga berpotensi lebih besar terjadi pada anak yang lahir dengan secara prematur.

Kondisi anak dengan bilirubin tinggi dapat mengganggu perkembangan anak yang baru lahir bila telah melewati sawar otak. "Maka akan terjadi kerusakan otak yang bersifat permanen," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.