Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Anak Gampang Cemas? Begini Cara Orang Tua Bantu Mereka Jadi Lebih Tangguh! 

28 Sabtu, 21 Jun 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Anak Gampang Cemas? Begini Cara Orang Tua Bantu Mereka Jadi Lebih Tangguh!  Anak Gampang Cemas? Begini Cara Orang Tua Bantu Mereka Jadi Lebih Tangguh!  Doc: Yale News

JAKARTA — “Kalau ada penembakan di sekolah, aku bakal lompat dari jendela dan lari.” Kalimat itu keluar dari mulut seorang anak usia 11 tahun, saat berbincang santai sebelum tidur bersama ibunya.

Bukan karena dia suka dramatis, tapi karena dia cemas. Cemas tentang keselamatan dirinya, tentang dunia, tentang masa depan. Dan dia bukan satu-satunya.

Anak-anak zaman sekarang tumbuh dalam realitas yang penuh kekhawatiran. Mulai dari berita soal kekerasan, tekanan di sekolah, sampai hal-hal kecil dalam hidup pribadi mereka, semuanya bisa jadi pemicu kecemasan.

Menurut dua terapis keluarga, Maria Evans dan Ashley Graber, kondisi ini sangat wajar, mengingat dunia kita saat ini “didesain” untuk bikin stres. Itulah kenapa mereka menulis buku Raising Calm Kids in a World of Worry.

Dalam wawancara bersama CNN, Evans dan Graber membagikan pendekatan bernama SAFER yang bisa dipakai orang tua buat bantu anak-anak lebih tenang menghadapi hidup yang nggak selalu bersahabat.

Apa itu metode SAFER?

Menurut Graber, SAFER adalah panduan sederhana berbasis terapi untuk menciptakan psychological safety di rumah. Singkatannya: Set the tone, Allow feelings, Form identity, Engage like a pro, Role model.

Tujuannya adalah membangun fondasi emosional yang kuat buat anak—tanpa mengabaikan realita dunia yang penuh tekanan.

“Anak perlu merasa aman secara emosional, bukan hanya secara fisik. Dan itu harus dimulai dari cara orang tua merespons perasaan mereka,” ujar Evans.

Tanda-tanda anak sedang cemas

Banyak orang tua baru sadar anaknya punya masalah kecemasan ketika mereka sudah menunjukkan gejala fisik: sakit perut, sesak napas, tangan gemetar, atau kebiasaan seperti menggigit kuku dan memutar rambut.

Tapi menurut Graber, tanda-tanda kecemasan juga bisa muncul dalam bentuk regresi—misalnya anak yang sebelumnya berani tidur sendiri tiba-tiba takut ditinggal. Atau muncul ketakutan yang tampaknya nggak masuk akal.

Dua hal lain yang sering jadi red flag adalah separation anxiety (takut berpisah dengan orang tua) dan avoidance(menghindari situasi tertentu secara terus-menerus).

Bagaimana menciptakan suasana tenang saat orang tua sendiri lagi stres?

“Cari momen kecil buat tenang, walaupun cuma lima menit,” kata Evans.

Duduk bareng anak, tarik napas bareng, atau sekadar diam bersama tanpa distraksi. Menurut Graber, tubuh kita akan belajar mengenali momen itu, dan lama-lama kita bisa lebih mudah mengakses ketenangan saat butuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Rentan Terkoreksi - 28 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Rentan Terkoreksi - ...
Olahraga
Hasil Piala Liga: Arsenal K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Indonesia Akan Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah untuk Impor Langsung

Indonesia Akan Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah untuk Impor Langsung

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.