Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Founder Brand Lokal Diajak Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Berkelanjutan

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Founder Brand Lokal Diajak Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Berkelanjutan Doc: ParagonCorp
Ket. ParagonCorp ajak sejumlah founder brand kecantikan lokal, termasuk BLP, HMNS, guele, dan Brighty, untuk bersama-sama mencari cara agar industri kecantikan Indonesia terus tumbuh secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan melalui Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta Rabu (30/9).

JAKARTA - ParagonCorp mengajak sejumlah founder brand kecantikan lokal, termasuk BLP, HMNS, guele, dan Brighty, untuk bersama-sama mencari cara agar industri kecantikan Indonesia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan melalui Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Rabu (30/9).

Mengusung tema The Beauty of Reimagining Growth, forum tersebut membahas bagaimana industri kecantikan dapat berkembang sekaligus memberikan nilai lebih bagi manusia dan lingkungan. Pembahasan ini dinilai semakin relevan seiring pertumbuhan industri kecantikan nasional yang diikuti semakin banyaknya brand lokal.

Forum tersebut menekankan bahwa upaya keberlanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu perusahaan saja karena bahan baku, kemasan, hingga sistem daur ulang saling terhubung dalam satu ekosistem. Karena itu, langkah untuk menciptakan dampak yang lebih besar membutuhkan kolaborasi antara brand, pemasok, dan berbagai mitra di bidang keberlanjutan.

"Produknya boleh berbeda-beda, tapi yang membuat harus bersama-sama. Keberlanjutan adalah perjalanan yang terus kami pelajari, dan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama sesama founder dan seluruh ekosistem industri," ujar Deputy CEO ParagonCorp, Dr. Sari Chairunnisa.

CEO BLP Beauty Monica Christasia mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi para brand lokal untuk bertukar gagasan sekaligus menemukan mitra yang sesuai untuk mendukung upaya keberlanjutan. Menurutnya, kolaborasi antarpelaku industri dapat menjadi bagian dari upaya membangun pertumbuhan industri kecantikan Indonesia.

"Forum ini membuka ruang bagi brand lokal untuk bertukar gagasan dan terhubung dengan mitra yang tepat. Kami percaya industri kecantikan Indonesia bisa tumbuh lebih baik jika bergerak bersama," kata Monica Christasia, CEO BLP Beauty.

Rangkaian acara diawali dengan Beauty Founders Gathering yang mempertemukan para founder untuk membahas arah industri kecantikan Indonesia yang ingin dibangun bersama. Diskusi kemudian dilanjutkan melalui empat panel yang membahas keberlanjutan sebagai peluang pertumbuhan, inovasi bahan baku, sirkularitas kemasan, serta dampak yang lebih luas dari sebuah produk.

Panel tersebut menghadirkan pembicara dari Katadata Green, Koalisi Ekonomi Membumi, IFF, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Dietplastik Indonesia, Dynapack Asia, Rekosistem, dan Pandawara. Kehadiran berbagai pihak tersebut mempertemukan perspektif dari pelaku industri kecantikan, penyedia solusi keberlanjutan, hingga organisasi yang bergerak di bidang lingkungan.

Selain diskusi, founder juga dapat membangun jejaring secara langsung melalui Connection Partner Area. Area tersebut mempertemukan founder dengan penyedia solusi keberlanjutan, yakni Koalisi Ekonomi Membumi dan P4F untuk bidang bioekonomi, Komodo Water untuk isu air, Rekosistem dan Plasticpay untuk sirkularitas, serta CFES dan TMK.

ParagonCorp turut membagikan pembelajaran dari perjalanan keberlanjutannya kepada para peserta. Brand Tavi kini menggunakan 30 persen plastik daur ulang pada kemasannya, sementara konsumen telah mengembalikan sekitar 80.000 produk kecantikan bekas melalui Paragon Empties Station.

Upaya keberlanjutan juga diterapkan dalam penyelenggaraan Beauty in Sustainability. Bersama Jejakin, ParagonCorp mengukur emisi yang dihasilkan selama acara dan berkontribusi pada penanaman 300 pohon di Yogyakarta untuk mendukung lingkungan sekaligus komunitas lokal.

Seluruh sampah selama acara dikelola bersama Rekosistem, sedangkan banner bekas akan diolah Mortier menjadi material dan produk fungsional baru. Dekorasi acara juga disiapkan bersama Purana Indonesia dan Dusdukduk dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Beauty in Sustainability menjadi bagian dari side event IISF 2026 yang pada edisi-edisi sebelumnya banyak membahas isu transisi energi dan hilirisasi mineral kritis. Melalui forum ini, pembahasan mengenai keberlanjutan diperluas ke industri kecantikan dengan melibatkan para founder brand lokal dan berbagai pihak dalam ekosistemnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Moto3 GP Jepang 2026: Pemba...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.