Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Intensifkan Pemantauan Kekeringan di Tujuh Kabupaten di Jateng dan DIY

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 13:40 WIB | Oleh:
BNPB Intensifkan Pemantauan Kekeringan di Tujuh Kabupaten di Jateng dan DIY Doc: antara foto
Ket. Kekeringan yang semakin parah di Jateng dan DIY.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan pemantauan eskalasi dampak kekeringan yang meluas di tujuh kabupaten di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Rabu (22/7), mengatakan pemetaan secara rinci dilakukan untuk memastikan respons penanganan darurat kekeringan berjalan cepat dan tepat sasaran.

"BNPB terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD serta unsur terkait guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal," kata dia.

Dia menjelaskan, dari hasil pemetaan terkini Kabupaten Cilacap tercatat sebagai wilayah dengan eskalasi dampak warga terbesar, yakni mencapai 8.154 kepala keluarga atau 27.605 jiwa sejak Juni 2026. Untuk meringankan warga terdampak, sampai Senin (20/07) pemerintah mendistribusikan air bersih mencapai 60 tangki atau setara 315.000 liter.

Selanjutnya dampak kekeringan juga teridentifikasi di Kabupaten Pemalang dengan 5.346 kepala keluarga terdampak, serta Kabupaten Klaten yang mencakup 3.330 kepala keluarga atau 10.908 jiwa. Selama periode 15 Juni - 21 Juli, bantuan air bersih yang disalurkan telah mencapai 321 tangki atau setara 1.605.000 liter.

Sementara wilayah Jawa Tengah lainnya yang masuk dalam peta pemantauan dampak kekeringan meliputi Kabupaten Banyumas (2.867 KK/9.002 jiwa) dan BPBD setempat menyalurkan 15.000 liter air bersih atau tiga tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kemudian Grobogan (1.128 KK), dan Sragen (294 KK/736 jiwa).

"BPBD Kabupaten Sragen mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke Desa Galeh, Kecamatan Tangen, serta Desa Poleng, Kecamatan Gesi. BPBD Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter ke Desa Selo dan Desa Monggot. Tim gabungan BPBD dan PMI telah mendistribusikan 81.000 liter air bersih, terdiri atas 56.000 liter dari BPBD dan 25.000 liter dari PMI," kata Abdul menjelaskan.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bahwa untuk wilayah DIY pemetaan bencana kekeringan mencatat dampak di Kabupaten Kulon Progo yang melanda 63 kepala keluarga atau 176 jiwa di Kapanewon Kokap.

BNPB, menurut Abdul, atas sebaran wilayah kekeringan itu mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk terus menyiagakan posko kebencanaan serta mengantisipasi potensi perluasan krisis air bersih selama puncak musim kemarau berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.