Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Gampang Cemas? Begini Cara Orang Tua Bantu Mereka Jadi Lebih Tangguh! 

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Cari momen kecil buat tenang, walaupun cuma lima menit,” kata Evans.

Duduk bareng anak, tarik napas bareng, atau sekadar diam bersama tanpa distraksi. Menurut Graber, tubuh kita akan belajar mengenali momen itu, dan lama-lama kita bisa lebih mudah mengakses ketenangan saat butuh.

Orang tua sering nggak sadar bahwa cara mereka ngomong soal dunia ikut membentuk cara anak memandang dunia.

Evans menyebutnya safe framing vs scary framing. Kalau orang tua terus-menerus menunjukkan kecemasan lewat kata-katanya—misalnya terlalu waspada, paranoid, atau reaktif—anak akan tumbuh dengan rasa takut yang sama.

“Coba sadari bagian mana dalam hidup yang bikin kamu paling cemas, dan pikirkan bagaimana meredamnya saat bersama anak,” ujarnya.

Apa itu co-regulation dan kenapa penting?

Graber menjelaskan konsep ini sebagai “meminjam ketenangan orang lain.” Kalau anak lagi panik atau khawatir, kehadiran orang tua yang tenang bisa sangat membantu menurunkan ketegangan mereka.

Bahkan tanpa banyak kata-kata, cukup dengan cara bernapas, gestur tubuh, atau ekspresi wajah yang tenang.

Sering kali, tekanan jadi orang tua sempurna malah membuat kita kelelahan dan keras pada diri sendiri. Evans menyarankan agar orang tua mulai sadar pada inner voice-nya sendiri—dan bagaimana suara itu memengaruhi anak.

“Kalau kamu sering ngomong negatif tentang diri sendiri, terutama soal tubuh, itu akan terekam di kepala anak,” katanya.

Gantilah dengan kalimat netral atau positif. Anak belajar dari cara kita memperlakukan diri sendiri.

Kalau anak cenderung overthinker, Graber menyarankan membuat “jam curhat”—semacam waktu khusus di hari itu untuk memikirkan atau membicarakan kekhawatiran mereka. Di luar jam itu? Ajak mereka pelan-pelan keluar dari lingkaran pikiran itu.

Evans menambahkan, beri nama pada pikiran yang berulang atau mengganggu. Sebut saja “pikiran lengket.” Dengan memberi label, anak jadi punya jarak emosional dan bisa berkata, “Oh, itu cuma pikiran lengketku lagi.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.