Air Baku PDAM Bangka Tengah Masih Aman, Benarkah? Ini Penjelasannya
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 05:49 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoKOBA - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan ketersediaan air baku masih aman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, meski kemarau panjang berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Direktur PDAM Tirta Bangka Tengah Achmad Barliansyah di Koba, Sabtu, mengatakan sumber air baku di sejumlah wilayah masih memadai untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan.
“Debit air masih berkedalaman sekitar 30 meter di dua sumber air baku yaitu Kolong Jongkong dan Sarkawi, sehingga masih mampu menopang kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Ia mengatakan ketersediaan air baku di Kecamatan Koba diperkirakan masih aman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan hingga Desember 2026.
Sedangkan ketersediaan air baku untuk pelayanan pelanggan di Kecamatan Simpangkatis diperkirakan masih mencukupi hingga November 2026.
Berdasarkan data kinerja BUMD air minum, lanjut dia, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Bangka Tengah tercatat memiliki 1.521 pelanggan dengan 1.444 pelanggan berstatus aktif.
Menurut dia, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Namang karena debit air baku di wilayah tersebut kini hanya sekitar satu meter.
“Debit air baku hanya berkedalaman sekitar satu meter yang sudah bercampur lumpur,” ungkapnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan PDAM apabila kemarau terus berlangsung hingga Desember 2026 tanpa adanya hujan.
“Jika hujan tidak turun hingga Desember ini maka ketersediaan air PDAM di Namang kemungkinan mengalami kondisi darurat,” ujarnya.
Ia mengatakan ketersediaan air baku menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan selama musim kemarau.
Karena itu, pihaknya mengimbau pelanggan menggunakan air secara hemat dan bijak guna menjaga ketersediaan air selama kemarau masih berlangsung.
“Kondisi saat ini memang kemarau cukup panjang, tentu kita mengimbau pelanggan lebih hemat dan bijak menggunakan air,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!