Batam Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Dampingi Masyarakat Daftar Bansos
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 16:02 WIB | Oleh: SujarBATAM -- Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau, menyatakan lebih dari 3.000 agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) siap membantu masyarakat mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan sosial.
Kepala Dinsos PM Batam Zulkifli Aman mengatakan Program Perlinsos masih dalam tahap pendataan dan saat ini telah mencakup sekitar 110 ribu dari 508 ribu kartu keluarga (KK) di Batam atau sekitar 22 persen.
“Sekarang sudah posisi sekitar 22 persen dari seluruh jumlah KK yang terdaftar di Batam. Sekitar 110 ribu dari 508 ribu KK,” kata Zulkifli saat dihubungi di Batam, Minggu.
Ia mengatakan pemerintah juga memperpanjang pelaksanaan tahap percontohan atau pilot project Perlinsos hingga Desember 2026.
"Kemarin kan Batam masuk ke dalam percontohan ini di bulan Juli, dengan tenggat waktu akhir Agustus. Tapi sekarang sudah diperpanjang jadi ini masih berjalan terus," katanya.
Pada tahap ini, dua program bantuan yang menjadi sasaran yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Bantuan tersebut direncanakan mulai disalurkan pada semester I 2027 kepada masyarakat yang dinyatakan layak berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi melalui aplikasi Perlinsos.
Untuk memperluas pendataan, Dinsos PM Batam mendorong Gerakan Peduli Tetangga dengan melibatkan masyarakat umum untuk menjadi agen Perlinsos.
“Gerakan Peduli Tetangga ini semakin terbuka untuk masyarakat karena sekarang bebas siapa saja bisa menjadi agen. Dia cukup mendaftarkan dirinya ke portal agen Perlinsos dan bisa membantu mendaftarkan tetangganya,” ujarnya.
Melalui gerakan tersebut, agen cukup menanyakan kepada tetangga apakah sudah terdaftar dalam Perlinsos. Jika belum, agen dapat membantu mendaftarkan KK melalui aplikasi.
Zulkifli menyebut saat ini jumlah agen Perlinsos di Batam telah mencapai lebih dari 3.000 orang. Namun, di lapangan masih terdapat masyarakat yang enggan mendaftar.
“Di lapangan yang terjadi terkadang masyarakat itu belum percaya. Justru dia takut. Kalau saya daftar nanti malah tidak dapat bansos. Jangan-jangan nanti malah hilang bansosnya, seperti itu. Makanya ada peran agen ini untuk mendampingi, memberi edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam pendataan Perlinsos, status kelayakan masyarakat akan langsung terlihat dalam sistem, termasuk kategori layak maupun tidak layak.
Namun, jumlah penerima bantuan pada saat penyaluran masih dapat berubah karena adanya sanggahan maupun perubahan kondisi keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!