Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih dari 6.000 Personel Korut jadi Korban

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebih dari 6.000 Personel Korut jadi Korban Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Pemimpin Korut, Kim Jong-un, berdiri bersama seorang tentara di sebuah lokasi rahasia pada Maret tahun lalu. Kemenhan Inggris memperkirakan bahwa lebih dari 6.000 personel militer Korut yang tewas atau cedera saat ditugaskan menghadapi militer Ukraina.

LONDON - Korea Utara (Korut) diperkirakan telah kehilangan lebih dari 6.000 personel militer yang tewas atau cedera saat ditugaskan menghadapi militer Ukraina di wilayah Kursk, Russia barat, menurut perkiraan Kementerian Pertahanan Inggris.

Kesimpulan tersebut disampaikan Kemhan Inggris di media sosial X, Minggu (15/6), dua bulan setelah mereka merilis perkiraan awal bahwa hingga awal April 2025, ada 5.000 tentara Korut yang menjadi korban di garis depan peperangan di wilayah Kursk.

"Total korban tersebut melampaui setengah dari sejumlah 11.000 tentara Korut yang dikirim sebelumnya ke wilayah Kursk," ucap Kemhan Inggris dalam pernyataannya.

"Jumlah korban yang signifikan dari pihak Korut hampir pasti disebabkan oleh serangan-serangan besar dan berangsur melemahkan," imbuh kementerian tersebut.

Kemhan Inggris mengatakan bahwa operasi militer Korut dalam perang di Ukraina sejauh ini terbatas di wilayah Kursk, karena keputusan untuk menerjunkan tentara Korut ke wilayah Ukraina kemungkinan akan memerlukan persetujuan langsung dari Presiden Russia, Vladimir Putin, dan Pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Sementara itu, menurut militer Korea Selatan (Korsel), Korut diperkirakan telah mengirim 3.000 personel militer tambahan ke wilayah Kursk tahun ini setelah tahun lalu mengirim 11.000 personel militer mereka ke Russia.

Dinas intelijen Korsel juga telah menyampaikan kepada anggota parlemen akhir April lalu bahwa 4.700 personel Korut telah jatuh menjadi korban dalam perang Russia-Ukraina.

Dari jumlah tersebut, 600 personel diperkirakan tewas.

Baik Russia maupun Ukraina tidak memberikan angka resmi untuk jumlah korban pertempuran. Sementara Korut mengakui untuk pertama kalinya pada bulan April bahwa mereka mengerahkan pasukan untuk mendukung Russia, tetapi tidak mengkonfirmasi jumlah yang dikirim atau tingkat korban.

Perkiraan itu muncul ketika Putin dan Kim Jong-un akan menandai pekan ini sebagai peringatan pertama perjanjian pertahanan bersama mereka yang menghidupkan kembali kesepakatan yang berasal dari Perang Dingin.

Korut sejak perjanjian itu berlaku menjadi sumber pasokan penting misil, amunisi dan bahkan prajurit untuk perang Russia.

Dalam pertemuan dengan asisten keamanan utama Putin, Sergei Shoigu, di Pyongyang pada awal bulan Juni, Kim Jong-un mengatakan bahwa Korut akan mendukung tanpa syarat Russia dan kebijakan luar negerinya dalam semua masalah politik internasional yang penting. Ant/Bloomberg/Yonhap/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

'Bisa Meninggal Kapan Saja', Media Israel Klaim Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kritis dan Dirawat di Rumah Sakit

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.