Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Kemkomdigi Pastikan Reaktivasi IGRS Ditargetkan Rampung 2026

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 04:00 WIB | Oleh:
Gerak Cepat, Kemkomdigi Pastikan Reaktivasi IGRS Ditargetkan Rampung 2026 Doc: Antara foto/Pexels
Ket. Ilustrasi bermain gim.

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan reaktivasi dari Indonesia Game Rating System (IGRS) ditargetkan dapat rampung pada tahun 2026 setelah seluruh proses evaluasi benar-benar selesai dilakukan secara menyeluruh.

"Reaktivasi pasti setelah semuanya selesai baru kembali dilakukan dan ada penyesuaian juga karena evaluasinya ini kan secara menyeluruh. Gak cuma di sisi sistem saja, tapi juga di sisi kebijakan. Jadi persis timeline-nya untuk reaktivasi belum bisa kami sampaikan tapi yang jelas di tahun ini," kata Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Kementerian Komunikasi Tita Ayuditya Surya dalam wawancara cegat di Jakarta, Sabtu.

Tita mengatakan setelah IGRS ditunda implementasinya sejak April 2026, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan lebih banyak pihak yang terkait dengan industri gim dan pihak-pihak yang bakal terdampak kebijakan tersebut.

Dari sisi asosiasi pelaku industri gim seperti Asosiasi Games Indonesia (AGI), misalnya sejak awal AGI sudah dilibatkan dalam proses evaluasi.

Lalu dari sisi kementerian dan lembaga, ada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yang memang memiliki tanggung jawab karena gim termasuk sebagai subsektor ekonomi kreatif dan ada juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Tita juga mengatakan ada juga perwakilan dari komunitas orang tua yang mewakili masyarakat umum dalam proses evaluasi IGRS mengingat sistem klasifikasi gim ini tentunya bakal berdampak besar bagi anak-anak yang memainkan gim.

Agar sistem ini berjalan dengan tepat sesuai kebutuhan masyarakat setelah evaluasi maka dari itu Kemkomdigi melakukan penilaian secara menyeluruh dan berhati-hati.

Sebelumnya warta terkait dengan penundaan implementasi IGRS diumumkan pada April 2026.

Pada Jumat (17/4) diwartakan bahwa penundaan implementasi sistem klasifikasi gim berbasis usia itu dilakukan setelah adanya kekeliruan tampilan rating IGRS di platform distribusi Steam menjadi sorotan publik.

Maka dari itu, agar hal ini dapat diselesaikan dengan baik Kemkomdigi membentuk tim khusus untuk menyelidiki persoalan tersebut.

Tim investigasi itu menelusuri seluruh aspek penerapan IGRS, mulai dari sistem, proses, sampai tata kelolanya.

Selama penundaan IGRS berlangsung, Kemkomdigi memastikan tidak akan memblokir atau membatasi akses terhadap gim-gim tanpa rating yang beredar di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.