Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Parkir Wisata Pantai Sukabumi Mulai Ditertibkan, Pemkab Terapkan Sistem Baru untuk Cegah Pungli

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Parkir Wisata Pantai Sukabumi Mulai Ditertibkan, Pemkab Terapkan Sistem Baru untuk Cegah Pungli Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengenakan rompi kepada petugas parkir Someah, di Sukabumi, Jawa Barat.

Sukabumi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, menerapkan program parkir Sopan, Aman, Endah dan Berkah atau "Someah" untuk menata sistem perparkiran yang tertib dan transparan di kawasan wisata pantai di daerah itu.

"Program Someah ini untuk membenahi salah satu persoalan yang selama ini kerap dikeluhkan wisatawan di kawasan pantai selatan, yakni pengelolaan parkir. Pemda berupaya menata sistem parkir agar lebih tertib dan transparan," kata Wakil Bupati Sukabumi H Andreas di Sukabumi, Minggu (9/8).

Dia menjelaskan tahap pertama Someah diterapkan di 13 destinasi wisata ditetapkan sebagai proyek percontohan dari total 58 titik wisata di pesisir selatan.

Ke depan, kata dia, program dan sistem parkir yang juga mengadopsi kearifan lokal itu akan diterapkan secara bertahap ke seluruh kawasan wisata di Kabupaten Sukabumi.

Wakil Bupati H Andreas menegaskan pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas pelayanan sejak pertama kali memasuki kawasan wisata.

Melalui program tersebut, seluruh pengelola parkir diwajibkan mengikuti ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

"Setiap petugas harus memiliki izin resmi, mengenakan atribut, memberikan karcis parkir, menerapkan tarif sesuai aturan, serta menjamin keamanan kendaraan pengunjung," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengatakan pembenahan parkir menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan citra pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Selain memperbaiki kualitas layanan, program ini juga diharapkan mampu menghapus praktik pungutan liar yang masih ditemukan di sejumlah objek wisata.

"Ke-13 lokasi yang dipilih sebagai proyek percontohan akan menjadi acuan sebelum sistem serupa diterapkan di tempat lainnya," kata Ali.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sukabumi Herdy Soemantri menilai program parkir Someah tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengelolaan retribusi yang lebih tertib.

"Kami berharap pendapatan daerah meningkat, bukan hanya dari retribusi parkir, tetapi juga dari aktivitas ekonomi masyarakat seperti usaha kuliner dan sektor pendukung pariwisata," Kata Herdy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Mulai 6 September, CFD Kota Bogor Kembali Digelar

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.