Analisis Musim Buruk Manchester United dan Tugas Berat Ruben Amorim di Old Trafford
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 08:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MANCHESTER – Musim 2024-25 menjadi catatan kelam dalam sejarah Manchester United di era Premier League. Dengan hanya mengumpulkan 42 poin dan finis di peringkat ke-15, Setan Merah membukukan rekor terburuk mereka sejak liga berganti format pada tahun 1992. Pelatih Ruben Amorim pun berada di bawah tekanan besar untuk segera membenahi tim yang kian tertinggal dari rival-rivalnya.
Amorim, yang ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada bulan November 2024, gagal mengangkat performa tim secara signifikan. Bahkan, MU menutup musim dengan kekalahan menyakitkan di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur—tim yang hanya finis dua strip di atas zona degradasi. Kekalahan itu juga memupuskan harapan tampil di Liga Champions.
Angka-angka musim lalu menggarisbawahi parahnya performa United: 18 kekalahan di Premier League, terbanyak sejak musim degradasi 1973-74. 44 gol dicetak, hanya lebih baik dari Everton dan tiga tim terbawah—rekor terburuk sejak 1973-74. Gagal mencetak gol dalam 15 laga, hampir setengah dari total pertandingan liga. Kebobolan 54 gol, hanya ke-11 terbaik dari 20 peserta Premier League.
Sektor serangan menjadi sorotan utama. Ketergantungan pada Rasmus Hojlund, yang hanya mencetak empat gol liga, terbukti menjadi keputusan yang mahal.
Amorim dan manajemen klub menyadari perlunya perombakan besar, terutama di lini depan dan pertahanan: Matheus Cunha sudah resmi bergabung, dan United juga tengah mendekati winger Brentford Bryan Mbeumo, meski ada ancaman dari Tottenham yang sedang mengincar manajer Thomas Frank.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan Victor Osimhen batal pindah ke Arab Saudi, kans mendatangkan striker Napoli itu kembali terbuka—terlebih jika mereka siap mengorbankan Alejandro Garnacho, pemain yang disukai Napoli. Viktor Gyokeres dari Sporting Lisbon juga masuk radar, apalagi Arsenal kini fokus pada target lain.
Untuk lini belakang, Amorim yang mengusung formasi 3-4-3 sangat membutuhkan tambahan bek tengah. Musim lalu ia bahkan harus memainkan bek kanan Noussair Mazraoui sebagai bek tengah darurat.
Namun, klub juga tak boleh menutup peluang bagi para pemain muda seperti Leny Yoro dan Ayden Heaven yang menunjukkan potensi besar di usia belia.
Sebaiknya Anda baca juga:
MU juga perlu segera mencari suksesor Casemiro, yang performanya menurun drastis musim lalu. Manuel Ugarte pun kesulitan sendirian menanggung beban di lini tengah. Hadirnya gelandang bertahan baru bisa menjadi solusi jangka menengah.
Jika Amorim gagal memaksimalkan skuat dan rekrutan anyar tidak memberikan dampak instan, Manchester United berisiko makin tercecer dari persaingan papan atas. Saat rival-rival seperti Newcastle United, Aston Villa, dan Tottenham mulai menemukan kestabilan, dan Manchester City, Liverpool, serta Arsenal terus melaju dengan proyek jangka panjang mereka, United justru menghadapi krisis identitas.
Musim depan harus menjadi titik balik. Jika tidak, klub dengan 20 gelar liga ini bisa semakin jauh dari peta persaingan elit Eropa — situasi yang bisa berimbas fatal bagi proyek jangka panjang Old Trafford.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!