Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPH Migas Apresiasi Kesadaran Konsumen BBM Subsidi di Pekanbaru

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPH Migas Apresiasi Kesadaran Konsumen BBM Subsidi di Pekanbaru Doc: ANTARA
Ket. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas (kanan) melakukan kunjungan ke SPBU di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Kepri, Rabu (8/7/2026).

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengapresiasi kesadaran konsumen di Pekanbaru, Riau, yang telah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan kompensasi secara wajar dan bijak.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (09/7), mengatakan kesadaran masyarakat tidak terlepas dari sosialisasi, yang terus dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta PT Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha penugasan.

Saat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Riau, Rabu (8/7/2026), Wahyudi mengapresiasi warga dan pengemudi truk logistik yang membeli BBM subsidi dan kompensasi sesuai kebutuhan operasional.

Dalam pemantauan, yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman tersebut, Wahyudi berdialog dengan berbagai pengguna BBM subsidi, mulai dari kurir air bersih dalam jerigen yang menggunakan mobil pick up, hingga pengemudi truk roda 4 atau lebih.

Para pengemudi membeli BBM sesuai kebutuhan operasional harian dan jarak tempuh dengan menggunakan QR code yang sesuai dengan pelat nomor kendaraan.

Praktik tersebut turut membantu menjaga pemerataan distribusi BBM bersubsidi.

"Kami berkomunikasi dengan konsumen yang menggunakan BBM subsidi dan kompensasi. Masyarakat di Pekanbaru ini sangat bijak di mana mereka melakukan pembelian BBM secukupnya," ujarnya di sela kunjungannya ke SPBU di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Menurut dia, ada konsumen yang membeli BBM kompensasi sebanyak 20 liter untuk dipakai empat hari dan ada pula yang membeli BBM maksimum 15 liter per hari, sesuai jarak tempuh.

"Jadi, dapat disimpulkan, masyarakat di Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru membeli BBM secara wajar dan bijak, Ini patut diapresiasi,” ungkapnya.

Wahyudi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang menerbitkan surat edaran pembatasan pembelian BBM subsidi maksimal 100 liter per transaksi bagi kendaraan roda enam ke atas.

Kebijakan tersebut membantu mengurangi antrean di SPBU sepanjang jalur utama Trans Sumatera sekaligus mendukung penyaluran BBM yang lebih merata dan tepat sasaran.

"Sebagai salah satu poros utama yang menghubungkan Jawa, Lampung, menuju Medan, SPBU-SPBU di wilayah Pekanbaru memang kerap dipadati oleh kendaraan logistik berukuran besar (long chassis) di mana konsumsi BBM-nya cukup besar. Kebijakan pembelian BBM khusus Biosolar sebanyak 100 liter per transaksi dilakukan agar tidak terjadi antrean yang berkepanjangan," paparnya.

Selain meninjau pola konsumsi masyarakat, BPH Migas juga memastikan ketersediaan pasokan BBM di wilayah Riau tetap aman.

Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU disebut lebih dipengaruhi tingginya aktivitas kendaraan logistik yang melintasi jalur Trans Sumatera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Olahraga
Dukungan CAF untuk Infantin...
Olahraga
Tes Genetik WTA Dimulai, Pe...

Polres Situbondo Distribusikan Air Bersih ke Desa Kekurangan Air

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polres Situbondo Distribusi...

Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Setelah 1.120 Hektare Terda...
Rona
DC Peti Eskan Serial Amanda...
Daerah
Mewaspadai Risiko ISPA Sela...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.