Jalan Provinsi di Agam tak Bisa Dilalui Kendaraan Akibat Terban
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 16:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Yusrizal
Lubuk Basung -- Jalan provinsi menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menuju Kota Bukittinggi tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat terban setelah hujan cukup deras melanda daerah itu, Rabu siang.
Kapolres Agam AKBP Muari di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan badan jalan terban berada di Labuah Sampiak, Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Kondisi badan jalan terban dengan kedalaman 15 meter dan pada bagian lain ada perbukitan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.
Ia mengatakan jalan itu satu-satunya jalan menghubungkan Padang Koto Gadang menuju sejumlah kecamatan di Agam maupun Bukittinggi.
Ia mengimbau masyarakat yang akan melewati ruas jalan tersebut untuk memonitor perkembangan situasi, karena badan jalan terban akibat longsor, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, jalan lingkar atau jalan kabupaten dari Koto Alam, Kecamatan Palembayan menuju Lubuk Basung melewati Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari belum bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
"Sementara ini tidak ada jalan alternatif, karena jalan lingkar di Batu Kambing juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat," katanya.
Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemkab Agam supaya mempercepat perbaikan jalan ini, karena kedua-duanya jalan menuju Palembayan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Langkah bersama Pemkab Agam bakal melakukan koordinasi dengan warga untuk pembuatan saluran air, karena air ini secara terus-menerus mengikis badan jalan, menyebabkan tebing menjadi longsor.
"Harus dipercepat pembuatan saluran air, agar tidak mengikis tebing jalan. Mengingat jalan provinsi, telah dilaporkan ke Pemprov Sumbar supaya segera membuat jalan alternatif," katanya.
Wali Nagari atau Kepala Desa Salareh Aia Rizal Islami mengatakan jalan terban akibat hujan cukup deras melanda daerah itu pada Rabu pagi.
"Badan jalan hanya tinggal beberapa meter karena beberapa kali terban usai bencana hidrometeorologi melanda daerah itu akhir November 2025," katanya.
Sebelumnya, jalan terban akibat banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025.
Setelah itu, jalan kembali terban dan pada April 2026 sehingga tinggal sekitar dua meter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!