Isu-isu Besar di KTT Kelautan PBB: Pendanaan, Pertambangan, dan Taman Laut
📅 Minggu, 08 Jun 2025, 13:25 WIB | Oleh: Lili LestariAksi, Bukan Hanya Kata-kata
Pada penutupan pertemuan puncak, negara-negara akan mengadopsi pernyataan politik yang telah disepakati sebelumnya yang mengakui krisis yang dihadapi lautan, dan kebutuhan global untuk melindunginya dengan lebih baik.
Para kritikus mengecam bahasa dalam dokumen delapan halaman itu sebagai lemah atau -- dalam kasus bahan bakar fosil -- hilang sama sekali, tetapi yang lain memperingatkan agar tidak terlalu menafsirkannya.
"Deklarasi akhir dari sini bukanlah satu-satunya hasil. Yang jauh lebih penting sebenarnya adalah komitmen pemerintah dan apa yang ingin mereka sampaikan secara individual," kata Peter Haugan, direktur kebijakan di Institute of Marine Research di Norwegia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masalah Dana
Konferensi ini bukanlah pertemuan puncak COP atau negosiasi perjanjian PBB, dan segala keputusan yang dibuat antara tanggal 9 dan 13 Juni 2025 di Nice bersifat sukarela dan tidak mengikat secara hukum.
Tetapi negara-negara masih diharapkan untuk mengucurkan dana di Nice untuk menutupi kekurangan besar dalam pendanaan konservasi laut, kata Pauli Merriman dari WWF International.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Apa yang masih kurang dari kita -- adalah ambisi, pendanaan, dan penyampaian yang dibutuhkan untuk menutup kesenjangan tersebut," ungkapnya kepada wartawan.
"Tidaklah cukup bagi pemerintah untuk datang ke Nice dengan niat baik."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!