Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: Aktivitas sekolah di Nunukan kembali normal pasca-banjir

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 16:45 WIB | Oleh:
BNPB: Aktivitas sekolah di Nunukan kembali normal pasca-banjir Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Bantuan logistik barang kebutuhan pokok korban banjir dari Badan Nasional Pemanggulangan Bencana (BNPB) tiba di dermaga Pelabuhan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (2/6).

Jakarta, -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan aktivitas pembelajaran siswa sekolah di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, kembali berjalan normal, Selasa, setelah sempat terganggu lebih dari sepekan akibat banjir.

"Kondisi banjir yang sempat merendam sembilan kecamatan di Nunukan sudah berangsur surut sehingga aktivitas bisa kembali normal," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya sembilan kecamatan di Nunukan, salah satunya Kecamatan Sembakung direndam banjir setinggi 1,8 meter akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu, Rabu (20/5).

Banjir itu, kata Abdul, menyebabkan total sebanyak 6.626 jiwa terdampak dan 1.684 rumah terendam, serta merusak fasilitas umum, lahan pertanian, dan mengganggu kelancaran aktivitas belajar di lebih dari empat gedung sekolah yang terendam.

Dia menjelaskan bahwa tim reaksi cepat BPBD Nunukan melaporkan hasil pemantauan ketinggian permukaan Sungai Sembakung di Desa Atap, Kecamatan Sembakung menunjukkan level air sudah berada pada posisi normal, yakni kurang dari tiga meter.

"Untuk menunjang kebutuhan warga korban banjir pemerintah pusat melalui BNPB telah mengirimkan bantuan logistik di Nunukan," kata dia.

BNPB mengkonfirmasi bantuan logistik seberat 3,4 ton itu terdiri dari selimut, matras, dan paket sembako masing-masing sebanyak 300 unit. Bantuan tersebut diangkut melalui jalur laut dan sempat transit di Tarakan sebelum tiba di dermaga Pelabuhan Sembakung, pada Senin (2/6) kemarin.

Ia menyebutkan Pemerintah Kabupaten Nunukan dibawah koordinasi Kepala Pelaksana BPBD setempat saat ini sedang melakukan pendataan kebutuhan distribusi bantuan ke kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut atas penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan, yang berlaku selama 14 hari sejak 23 Mei hingga 5 Juni 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Nasional
Bapanas Kebut Penyaluran Ba...
Daerah
ITS Ubah Limbah Peternakan ...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.