Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Tumbuh Maksimum, Produksi Pangan dan Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat

📅 Senin, 19 Jan 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Agar Tumbuh Maksimum, Produksi Pangan dan Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat Doc: istimewa
Ket. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia)

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersama dengan otoritas fiskal dan moneter bersiap untuk mendorong pertumbuhan Indonesia mencapai level maksimum pada tahun 2026.

Melalui mesin fiskal, inisiatif program Makanan Bergizi Gratis (MBG) akan memastikan pencairan fiskal yang lebih cepat, serta sebagai mesin pendorong dari sisi permintaan yang lebih konsisten.

Sedangkan, dari sisi moneter, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga acuannya total 125 basis poin (bps) selama tahun 2025, dampaknya akan terasa melalui ekspansi kredit pada tahun 2026.

Dokumen Danantara Economic Outlook 2026 seperti yang dikutip Antara di Jakarta, akhir pekan lalu menyebutkan permintaan untuk pinjaman modal kerja, diperkirakan akan pulih seiring dengan aktivitas bisnis yang diperbarui dan pengeluaran operasional terkait.

Danantara sendiri akan berperan melalui penyebaran modal awal oleh Danantara Investment Management (DIM) maupun optimalisasi bisnis BUMN oleh Danantara Asset Management (DAM), yang akan membuka jalan bagi investasi lebih berkelanjutan di masa mendatang.

“Semua pendorong ini, fiskal, moneter, dan Danantara, dikombinasikan dengan momentum domestik yang ada menunjukkan potensi pertumbuhan yang lebih cepat pada tahun 2026,” tulis Danantara.

Pertumbuhan yang dipacu oleh investasi sebut lembaga tersebut merupakan jalur teraman bagi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan PDB yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Danantara pun mengingatkan bahwa aktivitas investasi cenderung menyempit pada akhir-akhir ini, baik dari sisi komposisi investor maupun fokus sektoral. Tahun lalu, pertumbuhan sebagian besar didorong oleh investor domestik, sementara investasi asing langsung (FDI) menurun di tengah ketidakpastian global.

“Secara sektoral, ekspansi pinjaman investasi terkonsentrasi hanya pada beberapa industri, yaitu pertambangan, logistik, dan kesehatan,” tulis Danantara.

Danantara pun mengingatkan untuk tetap mewaspadai potensi risiko makro, yang meliputi inflasi, imbal hasil, nilai tukar, serta kredit macet, yang berpotensi meningkat seiring dengan percepatan pertumbuhan.

Untuk mencapai pertumbuhan maksimum, Danantara menyebut dibutuhkan pembangunan kapasitas di berbagai bidang, dan memperkuat produksi pangan dan industri domestik untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, tentu ini menjadi tugas berat bagi Danantara, tetapi mengawali itu sebaiknya perlu transparansi minimal dalam websitenya. Setelah jelas dan transparan maka ini akan meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas Danantara sehingga investor akan mudah bekerja sama dan investasi di Indonesia lewat Danantara.

Ketiga, setiap aliran dana untuk keputusan investasi atau untuk program lain harus bisa diaudit. Audit itu tegas Esther penting untuk menghindari praktik korupsi atau penyalahgunaan wewenang untuk bukan kepentingan publik dan sebagai tanggung jawab kepada investor dan publik.

Atasi Kendala

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.