Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Kebut Penyaluran Bantuan Beras untuk Kendalikan Harga

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh:
Bapanas Kebut Penyaluran Bantuan Beras untuk Kendalikan Harga Doc: Bulog
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan)

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran bantuan pangan beras untuk menjaga stabilitas harga. Penyaluran bantuan ditargetkan rampung pada September 2026 guna memperkuat akses pangan masyarakat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan, percepatan penyaluran penting untuk mengendalikan harga beras. Intervensi pemerintah diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di masyarakat.

“Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras agar rampung pada September 2026. Kalau bisa digeber di bulan September, kami rasa itu akan bisa mengendalikan harga beras,” ujar Ketut di Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Ketut, semakin cepat bantuan disalurkan, semakin cepat pula manfaat intervensi dirasakan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan daya jangkau masyarakat terhadap kebutuhan pangan.

Bantuan pangan beras diberikan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Program tersebut menyasar 33.244.408 penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.

Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Untuk mempercepat penyaluran, bantuan tiga bulan diberikan sekaligus sehingga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Pemerintah melalui Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Bantuan pangan beras tahap kedua tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu pemenuhan kebutuhan pokok.

Total beras yang disiapkan mencapai 997,2 ribu ton untuk seluruh penerima bantuan pangan. Penyaluran tersebut diharapkan turut meredam tekanan harga beras di tingkat masyarakat.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah mencapai 33,14 juta penerima. Capaian tersebut setara 99,7 persen dari target 33,24 juta penerima bantuan pangan.

Pada tahap pertama, pemerintah telah menyalurkan 664,88 ribu ton beras kepada masyarakat penerima manfaat. Selain beras, pemerintah juga menyalurkan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.