Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Terus Dorong Distribusi Jagung dari Daerah Surplus ke Daerah Konsumen

📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 12:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bapanas Terus Dorong Distribusi Jagung dari Daerah Surplus ke Daerah Konsumen Doc: Badan Pangan Nasional
Ket. Bapanas/NFA) terus mendorong distribusi jagung dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, khususnya dari petani di Kabupaten Bima, NTB ke sentra peternakan layer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

JAKARTA – Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) terus mendorong distribusi jagung dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, khususnya dari petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke sentra peternakan layer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Upaya distribusi jagung dilakukan secara bertahap melalui jalur laut dan darat. Pengiriman jagung tahap kedua sebanyak 240 ton telah sandar di Pelabuhan Kalimas Surabaya pada Kamis (29/5). 

Sementara itu, pengiriman tahap ketiga dengan muatan 330 ton telah diberangkatkan dari Pelabuhan Bima pada Rabu (28/5). Seluruh pengiriman ini dilakukan dalam skema Business to Business (B2B) antara petani jagung dan peternak layer yang difasilitasi oleh NFA untuk memperkuat rantai pasok jagung nasional.

Sebelumnya, pengiriman tahap pertama telah tuntas terlaksana pada Sabtu (24/5) menggunakan kapal tongkang berkapasitas 225 ton dari Pelabuhan Bima yang diterima di Pelabuhan Kalimas, Surabaya. Dengan itu, total pasokan jagung peternak NTB yang telah difasilitasi untuk didistribusikan mencapai 795 ton.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa menjelaskan bahwa mobilisasi jagung dari daerah surplus ke daerah defisit bukan merupakan hal baru. Hal ini menjadi salah satu upaya NFA dalam menjaga keterjangkauan pangan.

"Sejak tahun 2022, Badan Pangan Nasional secara konsisten telah melakukan fasilitasi distribusi jagung untuk menjembatani kebutuhan antara petani di daerah produsen dan peternak di daerah konsumen. Pola ini terbukti membantu menjaga pasokan bahan baku pakan serta menekan gejolak harga di tingkat konsumen," terang Deputi Ketut di Jakarta pada Sabtu (31/5).

Menyadur data proyeksi produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen Januari-Juni 2025 dari Badan Pusat Statistik, Provinsi NTB termasuk 3 daerah produksi tertinggi secara nasional dengan estimasi dapat mencapai 769 ribu ton. Daerah tertinggi pertama adalah Jawa Timur dengan 2,09 juta ton dan Jawa Tengah dengan 1,27 juta ton.

Sementara berdasarkan Panel Harga Pangan NFA, rerata harga jagung pipilan kering di tingkat petani NTB mulai mengalami kontraksi sejak April 2025. Kalau itu, awal April harga masih berada di Rp 4.500 per kilogram (kg) dan akhir April menjadi Rp 4.222 per kg.

Kendati demikian, rerata harga jagung pipilan kering di tingkat petani NTB mulai ada peningkatan. Pada 28 Mei lalu, rerata harga meningkat 1,11 persen menjadi Rp 4.269 per kg. Untuk itu, NFA bersama peternak layer ke depannya akan terus membantu petani jagung NTB dengan akselerasi mobilisasi stok jagung secara B2B.

Jalur Darat

Selain melalui jalur laut, mobilisasi jagung juga dilakukan melalui jalur darat, meskipun menghadapi tantangan berupa terbatasnya armada dan ongkos pengiriman. Untuk menjawab tantangan tersebut, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Maino Dwi Hartono mengungkapkan, pihaknya bersama stakeholder yang terkait tengah menjajaki kerja sama dengan PT Pos Indonesia guna mendukung penyediaan armada dan mengefisienkan biaya distribusi.

Sementara itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa distribusi jagung lintas wilayah ini merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan ternak, terutama bagi peternak layer di Pulau Jawa.

"Distribusi jagung dari daerah surplus seperti Bima ke daerah konsumen seperti Blitar adalah bagian dari ikhtiar kita menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan strategis. Badan Pangan Nasional hadir sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan antarwilayah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," jelas dia.

"Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, hasil jerih payah petani pangan kita, harus diserap seoptimal mungkin. Pemerintah harus mampu menjaga petani dan peternak," kata Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Tangerang Raya Redup Tersel...
Olahraga
Zheng Qinwen Coba Adang Swi...

Lumayan, Hasil Laga Pembuka PSIM Meraih Satu Poin

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Lumayan, Hasil Laga Pembuka...
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.