Ngeri, Negeri Seadidaya Amerika, Indonesia Kosongkan Kursi Duta Besar
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 17:31 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA - Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menyebut Presiden saat ini masih menggodok empat sampai dengan lima nama kandidat Duta Besar (Dubes) untuk Amerika Serikat.
Posisi Dubes RI untuk AS kosong hampir 2 tahun setelah ditinggal oleh Rosan Perkasa Roeslani pada 17 Juli 2023, karena dia saat itu dilantik sebagai wakil menteri (wamen) BUMN.
“Ada beberapa nama yang sudah dibahas oleh Bapak Presiden dengan beberapa menteri terkait, dengan beberapa pihak terkait. Secepatnya, akan diambil keputusan,” kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Walaupun demikian, Prasetyo hanya dapat menyebut jumlah kandidatnya, yaitu sekitar 4–5 orang, namun dia belum dapat membocorkan nama-nama kandidat Dubes AS itu.
Terlepas dari itu, Prasetyo menjelaskan ada beberapa kriteria yang menjadi bahan pertimbangan Presiden untuk posisi Dubes AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia dan Amerika Serikat saat ini masih berunding untuk menentukan besaran tarif impor timbal balik/resiprokal. Negosiasi itu saat ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 mematok tarif impor dasar 10 persen ke seluruh negara, dan tarif impor resiprokal ke sejumlah negara, termasuk Indonesia sebesar 32 persen.
Walaupun demikian, Pemerintah AS saat ini menetapkan moratorium untuk pengenaan tarif resiprokal ke banyak negara, termasuk Indonesia, selama 90 hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah telah mengutus tim negosiasi untuk berunding mengenai penetapan tarif impor resiprokal itu, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Di Washingto
Menko Airlangga bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Kepala Kantor Dagang AS (USTR) Jamieson Greer. Delegasi RI, yang dipimpin oleh Menko Airlangga, dan delegasi AS bersepakat untuk membahas negosiasi tarif secara intensif selama 60 hari ke depan terhitung sejak Minggu (20/4).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!