Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koperasi Merah Putih di Depok untuk Menaikkan Ekonomi Warga

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 19:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Koperasi Merah Putih di Depok untuk Menaikkan Ekonomi Warga Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (DKUM) Kota Depok, Mohamad Thamrin.

DEPOK – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (DKUM) Kota Depok, Mohamad Thamrin, mengatakan Koperasi Merah Putih dibentuk untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

“Alhamdulillah, Kelurahan Sukamaju sudah dilaksanakan musyawarah pembentukan Koperasi Merah Putih. Ini kelurahan pertama yang memulai,” ujar Thamrin di Depok, Selasa (20/5).

Menurut dia, koperasi ini menjadi bagian dari program nasional yang ditindaklanjuti di tingkat daerah, dan Kota Depok menargetkan seluruh kelurahan dapat membentuk koperasi serupa paling lambat pada 23 Mei 2025.

“Kita targetkan semua kelurahan sudah selesai pembentukan koperasinya pada 23 Mei. Mudah-mudahan Depok jadi kota pertama di Jawa Barat yang menyelesaikan tugas pendirian Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Thamrin menjelaskan bahwa selama ini kebutuhan pokok dan jasa di masyarakat banyak dipenuhi dari luar wilayah.

“Kita ingin potensi dari masyarakat dimanfaatkan. Misalnya, ada yang bisa bikin nasi boks, snek, jasa kursus, atau gerai sembako. Ini peluang agar warga bisa saling menopang secara ekonomi,” jelasnya.

Koperasi akan dilengkapi dengan tujuh jenis gerai atau layanan sesuai arahan dari pemerintah pusat, antara lain gerai sembako, obat-obatan dan layanan kesehatan, simpan pinjam, gerai jasa, perdagangan umum, hingga produk UMKM.

Untuk tahap awal, sekretariat koperasi akan menempati kantor kelurahan masing-masing.

“Kantor kelurahan sekarang kan bagus-bagus, rata-rata dua lantai. Jadi bisa dimanfaatkan untuk pojok koperasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan koperasi ini terbuka untuk warga tanpa batasan anggota.Namun, hanya anggota yang dapat berbelanja di koperasi.

“Tidak ada batasan anggota. Setiap RT bisa mengajak warganya untuk jadi anggota. Iurannya juga yang ringan saja, cukup Rp 10.000 atau Rp 20.000per bulan. Ini seperti ikatan saja, supaya mereka bisa beli barang dari koperasi. Kalau bukan anggota, enggak bisa beli,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.