Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulau Kecil, Gaung Besar: Kongsi Jadi Primadona di Course Internasional

📅 Senin, 21 Jul 2025, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulau Kecil, Gaung Besar: Kongsi Jadi Primadona di Course Internasional Doc: ANTARA
Ket. Summer Course internasional bertajuk Ocean Scouts 2025 pada 7-18 Juli 2025 di Kampus IPB Dramaga, Bogor dan Kepulauan Seribu.

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan kawasan konservasi Pulau Kongsi melalui ajang "Summer Course internasional bertajuk Ocean Scouts 2025" yang diikuti beberapa beserta dari luar negeri.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP I Nyoman Radiarta???????dalam keterangan di Jakarta, Senin (21/7), mengatakan, ajang itu diikuti 36 peserta dari dalam dan luar negeri, antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, dan Maladewa.

Dia menyampaikan, salah satu rangkaian kegiatan utama Summer Course Internasional bertajuk Ocean Scouts 2025: Exploring Aquatic Flora and Local Cultures in Seribu Islands, Indonesia, berupa field trip dilaksanakan di Stasiun Pelatihan dan Pendidikan Kelautan dan Perikanan Pulau Kongsi (eduKongsi), Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Selama kunjungan lapang di Pulau Kongsi, peserta mendapat pengalaman langsung dalam konservasi pesisir, antara lain pengenalan dan penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, serta eksplorasi padang lamun di perairan sekitar pulau," kata Nyoman.

Ia menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan pada 7–18 Juli 2025 di dua lokasi yaitu Kampus IPB Dramaga, Bogor dan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Kegiatan itu dirancang sebagai ajang pembelajaran lintas budaya dan multidisipliner, dengan fokus pada ekologi perairan, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan sumber daya laut.

Dijelaskan Pulau Kongsi merupakan lokasi pengembangan Smart Fisheries Village (SFV), program terobosan BPPSDMKP KKP dalam mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru.

SFV dikembangkan oleh Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) sebagai unit pelaksana teknis KKP.

SFV merupakan model pengembangan desa perikanan dari hulu ke hilir yang mengintegrasikan teknologi informasi, manajemen berkelanjutan, dan pengembangan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan.

"Selain itu, SFV juga berperan sebagai inkubator bisnis untuk mendorong tumbuhnya startup di bidang kelautan dan perikanan,” imbuh Nyoman.

Kepala BRPL, Luthfi Assadad menambahkan melalui kegiatan tersebut peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam konservasi lingkungan pesisir.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan prinsip “ekologi sebagai panglima”, agar keberlanjutan sumber daya dapat terus diwariskan untuk kesejahteraan masyarakat kini dan generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.