Umur Panjang atau Pendek Berasal dari Kursi Dudukmu
📅 Senin, 19 Mei 2025, 15:06 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Mengapa kursi ternyata menentukan hidup kita untuk pendek atau panjang umur. Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr Fauzan Nanggadita, Sp.KO mengingatkan masyarakat bahwa duduk tak boleh lebih dari satu jam, agar tak terkena masalah kesehatan.
"Duduk tidak boleh lebih dari satu jam. Setelah duduk satu jam, kita harus bangkit melakukan gerak," ujarnya di Jakarta, Senin.
Hal itu disampaikan dalam acara bertema "Aktif di Tempat Kerja: Kesehatan Dimulai dari Kursi Anda dan Risiko Kesehatan di balik Kenyamanan AC dari sisi Radiologi." Acara ini diadakan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP) Jakarta.
Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan masalah metabolisme. Maka, sudah duduk selama satu jam, Fauzan menyarankan untuk berdiri, kemudian berjalan mengelilingi satu ruangan dua atau tiga kali.
Namun, apabila mengelilingi ruangan tak memungkinkan, bisa melakukan gerakan duduk dan bangkit dari kursi 10 kali atau ditambah kegiatan mendorong kursi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Duduk, bangun 10 kali saja. Kalau kurang, angkat saja kursinya, dorong ke atas," ujar Fauzan.
Khusus para pekerja kantor yang menggunakan komputer, disarankan mengetik sambil berdiri dan mengurangi paparan gawai saat istirahat.
Dia mengingatkan, orang-orang harus memperbanyak gerak sekalipun sedang sibuk bekerja. Sejumlah cara yang bisa dilakukan termasuk dengan menaiki angkutan umum atau parkir di lokasi yang jauh dari kantor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian alih-alih lift, pilihlah naik dan turun dengan tangga serta membuat jadwal aktivitas fisik bersama rekan kerja.
Jalankan Non-Exercise Physical Activity seperti naik angkutan umum, banyak jalan, parkir yang jauh.
Di kantor jangan pakai lift, naik-turun tangga supaya pahanya terlatih. "Kemudian buat jadwal aktivitas fisik bersama seperti senam atau jalan," ujar Fauzan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!