Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raja Kamboja Buka Upacara Membajak Sawah Kerajaan untuk Sambut Musim Tanam

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 19:39 WIB | Oleh:
Raja Kamboja Buka Upacara Membajak Sawah Kerajaan untuk Sambut Musim Tanam Doc: Antara/Xinhua/Sovannara
Ket. Kacu kerajaan diberi makan makanan selama upacara pembajak kerajaan di Provinsi Kampong Chhnang, Kamboja pada Kamis (15/5).

KAMPONG CHHNANG - Kamboja pada Kamis (15/5) merayakan upacara kuno membajak sawah kerajaan di Kamboja tengah di bawah arahan Raja Kamboja Norodom Sihamoni.

Acara yang menandai awal musim menanam padi tahunan ini juga dihadiri oleh Presiden Senat Kamboja Samdech Techo Hun Sen, Presiden Majelis Nasional Kamboja Khuon Sudary, dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, serta para diplomat asing di negara Asia Tenggara tersebut.

Ratusan petani dan turis lokal juga menikmati acara tradisional yang sudah digelar sejak lama ini, yang diadakan di sebuah lapangan di Kota Kampong Chhnang di provinsi tersebut.

Dalam upacara tahun ini, Raja Sihamoni menunjuk Gubernur Provinsi Kampong Chhnang Sun Sovannarith sebagai raja dalam upacara membajak sawah tersebut dan istri sang gubernur Phat Sophanny sebagai ratu dalam upacara penaburan. Jika lembu memakan hasil pertanian dalam jumlah banyak, maka hasil pertanian diprediksi akan melimpah tahun ini. Sebaliknya, jika mereka hanya makan sedikit, hasil panen diperkirakan akan rendah.

Raja yang ditunjuk pun membajak sawah dengan lembu kerajaan, sedangkan ratu yang ditunjuk menabur benih di jalur penanaman padi.

Setelah membajak sebanyak tiga kali di ladang, lembu-lembu tersebut disuguhi tujuh piring makanan yang masing-masing berisi nasi, jagung, kacang hijau, wijen, air, rumput yang baru dipotong, dan minuman anggur (wine).

Jika lembu memakan rumput dan meminum wine, maka ternak diyakini akan terjangkit wabah penyakit, dan jika mereka minum banyak air, banjir dipercaya akan terjadi.

Dalam upacara tersebut, lembu-lembu tersebut memakan 95 persen beras, 95 persen jagung, dan 80 persen kacang hijau, kata Kang Keng, kepala peramal di Istana Kerajaan.

"Ini hanyalah prediksi berdasarkan kebiasaan dalam upacara membajak sawah kerajaan yang diadakan pada zaman dahulu," katanya. "Ritual kerajaan ini berfungsi untuk mengumumkan bahwa musim tanam telah tiba." Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
PETI Kembali Dibuka di Goro...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.