Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Garut Menyebut Aquaponik Perlu Dikembangkan untuk Mengatasi “Stunting”

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 23:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Garut Menyebut Aquaponik Perlu Dikembangkan untuk Mengatasi “Stunting” Doc: ANTARA
Ket. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin (kiri) bersama perwakilan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lembaga sosial Rumah Amal saat meninjau penerapan teknologi produksi pangan di Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis (15/5/2025). 

GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut penerapan teknologi aquaponik perlu terus dikembangkan di setiap daerah karena bisa menjadi salah satu solusi menyediakan pangan bergizi untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh pada anak.

"Kita lihat seperti apa kondisinya, ini salah satu alternatif yang bisa dikembangkan di desa," kata Bupati Garut usai peresmian Program Peningkatan Akses Makanan Bergizi untuk Masyarakat Miskin - Stunting melalui Budidaya Nila dan Aquaponik di Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Kamis (15/5).

Ia menuturkan sistem pengolahan pangan dengan budidaya ikan nila yang terintegrasi dengan tanaman pangan sayuran itu menjadi salah satu cara untuk menyediakan pangan bagi masyarakat.

Sistem recirculating aquaculture system (RAS) dan bioflok yang terintegrasi dengan pertanian aquaponik itu, menurut dia, cukup menarik dan bisa diterapkan juga di daerah lain, tidak hanya di Banyuresmi.

"Saya sangat tertarik sekali, ini merupakan aquaculture system yang bisa digunakan di beberapa tempat yang lain," katanya.

Ia berharap penerapan teknologi itu bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pangan bergizi dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang membutuhkan gizi tambahan.

Jika pangan bergizi dapat dengan mudah dijangkau dan harganya murah, kata dia, maka kebutuhan gizi masyarakat akan terpenuhi sehingga permasalahan stunting bisa diatasi.

"Kita bisa lebih mendekatkan diri menyediakan makanan bergizi kepada masyarakat," katanya.

Program tersebut merupakan pengembangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama lembaga sosial Rumah Amal yang menerapkan teknologi budidaya nila yang terintegrasi dengan komoditas pertanian.

Plh Rektor ITB, Irwan Meilano, mengatakan program tersebut merupakan wujud dukungan perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan stunting di Garut.

"Ini adalah bentuk dukungan bersama banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan ini," katanya.

Ketua Umum Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma, menambahkan, penerapan teknologi budidaya nila dengan sistem aquaponik itu merupakan program nasional yang melibatkan perguruan tinggi dan pemerintah untuk peningkatan akses makanan bergizi bagi masyarakat miskin dan stunting.

"Program rintisan ini bila berjalan sesuai rencana diharapkan dapat menjadi model dan laboratorium pendistribusian dan pemberdayaan dana zakat, infak, sedekah, CSR, dan dana publik lainnya," katanya.

Budidaya nila dengan sistem aquaponik di Desa Karyasari, Kecamatan Banyuresmi dilaksanakan di lahan seluas 1.200 meter persegi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.