Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademisi: Humor Jadi Ciri Khas Sastra Betawi

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 19:50 WIB | Oleh:
Akademisi: Humor Jadi Ciri Khas Sastra Betawi Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Akademisi sekaligus filolog Universitas Indonesia, Mamlahatun Buduroh dalam kegiatan “Penggalian Potensi Naskah Kuno Nusantara sebagai Ingatan Kolektif Nasional" di Jakarta, Rabu (14/5).

JAKARTA - Akademisi sekaligus filolog Universitas Indonesia, Mamlahatun Buduroh mengemukakan unsur humor menjadi salah satu ciri khas kesusastraan Betawi yang membedakan dengan naskah sastra dari wilayah lainnya di Indonesia.

"Di Betawi punya karakter, lucu-lucu ceritanya. Misalnya ada salah satu cerita tentang keisengan terhadap lawan Arjuna dengan meletakkan tali layang-layang di selendangnya," kata dia di Jakarta, Rabu (14/5).

Humor yang diselipkan bersifat keseharian yang ada di Betawi. Termasuk juga misalnya kuliner di Betawi misalnya dalam kisah Semar yang menyantap gulai Betawi di pasar.

Lalu, dari sisi sastra, kisah Mahabarata dan Ramayana selalu muncul. Misalnya terkait tokoh Pandawa dan Kurawa yang digambarkan selalu bertengkar sejak kecil. Oleh penulis kisah di Betawi, diselipkan cerita agar para saudara tersebut tidak lagi bertengkar yakni dengan meminta mereka mengaji.

"Kalau di Betawi untuk supaya tidak berantem disuruh mengaji. Itu tidak ada di cerita yang lain. Jadi itu juga salah satu bagian atau karakteristik yang ada di Betawi termasuk juga cerita-cerita yang lain," ujar Mamlahatun.

Sastra Betawi lahir sebagai satu rangkaian historis dalam tradisi kesusastraan di Nusantara. Secara genre, kebanyakan merupakan syair dan hikayat, sementara dari dari sisi isi mendapatkan pengaruh dari India, Arab, Eropa, Jawa, Melayu, dan Sunda.

Ciri khas lainnya sastra Betawi yakni adanya otonomi penyalin atau penulis. Ini berbeda dengan di keraton-keraton, yang penyalin atau penulis akan mengikuti gaya atau gagasan keraton atau istana itu berada.

"Ada tujuan hiburan dari naskah-naskah yang disalin di Betawi dibandingkan dengan naskah-naskah di tempat lain sehingga otonomi penyalin atau penulis di Betawi relatif cair tergantung pada penulis masing-masing," jelas Mamlahatun.

Adapun di antara beragam naskah Betawi, salah satunya ditulis oleh Muhammad Bakir yang melahirkan karya seperti "Hikayat Maharaja Garebeg Jagat", "Hikayat Nakhoda Asyik", "Hikayat Merpati Mas dan Merpati Perak", serta "Hikayat Sultan Taburat II". Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kementrans Dorong Konsep Tr...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.