Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter Paparkan Jenis Olahraga yang Dapat Menunda Penuaan

📅 Rabu, 18 Sep 2024, 20:31 WIB | Oleh:
Dokter Paparkan Jenis Olahraga yang Dapat Menunda Penuaan Doc: istimewa
Ket. Grace Joselini Corlesa, MMRS, Sp. K.O Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

JAKARTA - Manfaat olahraga membuat tubuh lebih sehat semua orang sudah banyak diketahui masyarakat luas. Namun jika olahraga dapat membuat orang lebih awet muda, mungkin belum banyak yang diketahui.

Penuaan merupakan tahap alami dari kehidupan. Namun gaya hidup turut berperan dalam menentukan seberapa cepat seseorang menua. Mengadopsi gaya hidup aktif, terutama berolahraga secara rutin, dipercaya mampu memperlambat proses penuaan. Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kualitas hidup secara umum.

Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit kardiovaskular, penyakit tulang dan sendi, diabetes, hingga penyakit neurodegeneratif di Indonesia cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Jika sebelumnya kondisi ini lebih banyak dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut, kini masyarakat berusia produktif (15-64 tahun) juga mulai banyak yang mengalaminya. Peningkatan ini tidak lepas dari gaya hidup modern yang kurang sehat, seperti pola makan yang tidak seimbang, kurang tidur, kebiasaan merokok, dan kurangnya aktivitas fisik," ujar dr. Grace Joselini Corlesa, MMRS, Sp. K.O., Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, melalui siaran pers pada hari Rabu (18/9).

Proses penuaan memang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat melalui penerapan pola hidup sehat sedini mungkin, salah satunya dengan berolahraga. Berdasarkan penelitian oleh Castillo-Garzón dkk. (2022), olahraga dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan menurunkan risiko kematian hingga 44 persen.

Penurunan massa otot, berkurangnya kepadatan tulang, hingga masalah pada sistem kardiovaskular kerap hadir seiring dengan proses penuaan. Selain itu, peningkatan kadar gula darah, kolesterol, hipertensi, dan gangguan pada sistem saraf umumnya juga sulit dihindari di usia senja. Olahraga mampu membantu memperlambat datangnya tanda-tanda penuaan tersebut.

"Setiap jenis olahraga berperan penting dan mendukung satu sama lain dalam menunjang kesehatan individu, sehingga sebaiknya dilakukan secara kombinasi agar manfaatnya dapat dicapai optimal," ungkap dr. Grace.

Adapun jenis olahraga dan manfaatnya bagi tubuh antara lain olahraga kardiovaskular, olahraga ? Olahraga fleksibilitas dan keseimbangan. Olahraga kardiovaskular seperti berlari, bersepeda, berenang, dan berjalan cepat menjadi pilihan yang baik karena dapat meningkatkan sirkulasi darah, stamina, serta kesehatan jantung.

"Jenis olahraga ini juga mampu menjaga tekanan darah, kadar gula, kadar kolesterol, serta mengoptimalkan proses pembakaran kalori dan metabolisme tubuh yang akhirnya memperlambat efek penuaan. Olahraga kardiovaskular juga dipercaya dapat meningkatkan mood dan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik," paparnya.

Latihan kardiovaskular atau aerobik sebaiknya dilakukan sebanyak 150 menit per minggu, yakni 30 menit per hari dengan intensitas latihan aerobik sedang (target denyut nadi 65- 75 persen denyut nadi maksima per DNM) atau 75 menit per minggu latihan aerobik intensitas tinggi (target 76-85 persen DNM)

Olahraga kekuatan seperti angkat beban atau latihan kekuatan menggunakan berat badan sendiri juga sangat penting dalam mendukung kesehatan jangka panjang. Jenis latihan ini membantu membangun massa otot, meningkatkan kepadatan tulang, dan memperbaiki postur tubuh.

"Latihan kekuatan juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga berat badan terjaga dan kadar gula darah terkelola dengan baik," kata dr. Grace.

Latihan kekuatan atau resistensi sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali per minggu. Prosesnya dengan melibatkan berbagai kelompok otot dan dilakukan dengan beban yang cukup untuk membuat kelelahan setelah 8-12 repetisi, sebanyak 2-3 set.

Olahraga fleksibilitas dan keseimbangan, seperti yoga, pilates, tai-chi, dan peregangan (stretching). Latihan ini dapat membantu menjaga fleksibilitas tubuh, memperbaiki postur, serta mengurangi risiko cedera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.