Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelaksanaan CFD Margonda, Dishub Depok Berkomitmen untuk Dekati Standar Ideal

📅 Minggu, 11 Mei 2025, 18:15 WIB | Oleh:
Pelaksanaan CFD Margonda, Dishub Depok Berkomitmen untuk Dekati Standar Ideal Doc: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ket. Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di ruas Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (11/).

DEPOK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berkomitmen untuk menyesuaikan pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Margonda Raya dan Arif Rahman Hakim agar semakin mendekati standar ideal.

"Kalau secara regulasi sudah memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat," kata Kepala Dishub Kota Depok, Zamrowi di Depok, Minggu.

Dalam regulasi tersebut diatur melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor SK.20-TPKL-Z-KUM.1-05-2016, dimana aturan tersebut mengatur secara teknis pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di daerah.

Zamrowi menjelaskan bahwa Jalan Margonda Raya-Arif Rahman Hakim memenuhi seluruh syarat yang tercantum dalam aturan tersebut.

“Margonda merupakan ruas jalan dengan volume lalu lintas yang sangat tinggi, memiliki jalur alternatif yang memadai, serta dilayani oleh angkutan umum dengan trayek tetap,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kawasan ini didominasi oleh area perkantoran dan perdagangan, serta memiliki potensi pencemaran udara yang signifikan akibat padatnya lalu lintas kendaraan bermotor setiap hari.

Zamrowi menambahkan bahwa pemilihan waktu dan panjang rute CFD juga mempertimbangkan metodologi pengukuran kualitas udara yang membutuhkan minimal delapan jam.

Namun, saat ini Kota Depok masih dalam tahap awal pelaksanaan CFD dengan durasi tiga jam, yakni pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, dan panjang lintasan sekitar 4 kilometer.

"Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi, panjang dan waktu pelaksanaan CFD di Depok masih dalam rentang yang wajar," katanya.

Sebagai perbandingan, di DKI Jakarta, CFD bisa mencapai panjang 8 kilometer dengan durasi hingga lima jam. Di Jakarta Timur 1,6 kilometer, Jakarta Selatan 3 hingga 4 kilometer, Bekasi 1,5 kilometer, dan Kota Bogor 1 sampai 2 kilometer.

Sesuai dengan ketentuan pusat, kendaraan yang tetap diizinkan melintas selama CFD hanyalah kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran, serta angkutan umum dengan trayek tetap. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.