Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penyakit Jantung Rematik, YJI Targetkan Skrining 8.000 Anak Sekolah Dasar

9 Selasa, 02 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Cegah Penyakit Jantung Rematik, YJI Targetkan Skrining 8.000 Anak Sekolah Dasar Cegah Penyakit Jantung Rematik, YJI Targetkan Skrining 8.000 Anak Sekolah Dasar Doc: YJI
Ket. Skrining jantung untuk mengetahui Penyakit Jantung Rematik. Yayasan Jantung Indonesia meluncurkan program nasional skrining Penyakit Jantung Rematik yang menargetkan 8.000 anak sekolah dasar di Malang, Bekasi, Tulang Bawang, dan Minahasa Utara untuk memperkuat deteksi dini penyakit jantung anak.

JAKARTA — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) resmi meluncurkan program nasional skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) bagi anak-anak usia sekolah dasar sebagai upaya memperkuat deteksi dini penyakit jantung yang masih menjadi ancaman tersembunyi bagi generasi muda Indonesia. Program tersebut ditandai dengan kegiatan kick-off yang berlangsung di Kota Batu dan Kabupaten Malang pada 29–30 Mei 2026.

Melalui program ini, YJI menargetkan sekitar 8.000 anak sekolah dasar di empat wilayah prioritas, yakni Malang, Bekasi, Tulang Bawang (Lampung), dan Minahasa Utara. Kegiatan skrining perdana di Malang berhasil menjangkau 608 siswa kelas 5 dan 6 SD, terdiri atas 260 siswa di Kota Batu dan 348 siswa di Kabupaten Malang.

Penyakit Jantung Rematik merupakan komplikasi serius yang dapat muncul akibat infeksi bakteri streptokokus yang tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung dan sering kali tidak menunjukkan gejala hingga memasuki stadium lanjut.

YJI mengungkapkan sejumlah fakta yang menunjukkan besarnya ancaman penyakit tersebut. Sekitar 60 persen kasus radang tenggorokan berulang berpotensi berkembang menjadi Penyakit Jantung Rematik. Selain itu, lebih dari separuh kasus tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga sering terlambat terdeteksi. Pada kasus yang berat, risiko kematian dini dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat. Kelompok usia 5 hingga 15 tahun disebut sebagai kelompok yang paling rentan, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Ketua Bidang Medis sekaligus Project Director Rheumatic Heart Disease Screening Yayasan Jantung Indonesia, dr. Ario Soeryo Kuntjoro, Sp.JP(K), mengatakan bahwa data yang diperoleh dari program skrining ini akan menjadi dasar penting dalam pengembangan kebijakan kesehatan nasional.

“Data hasil skrining akan kami analisis secara komprehensif dan publikasikan dalam jurnal ilmiah mengenai tren penyakit jantung anak di Indonesia yang akan menjadi rujukan penting dalam konferensi jantung internasional. Temuan ini akan menjadi dasar ilmiah untuk rekomendasi kebijakan skrining jantung wajib di sekolah-sekolah Indonesia,” ujar dr. Ario.

Menurutnya, keberadaan basis data nasional mengenai Penyakit Jantung Rematik pada anak sangat penting untuk memahami pola penyebaran penyakit serta menentukan langkah intervensi yang lebih efektif di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi sekaligus Project Leader Rheumatic Heart Disease Screening Yayasan Jantung Indonesia, Iwet Ramadhan, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam mencegah dampak jangka panjang penyakit jantung pada anak.

“Program ini merupakan titik balik dalam upaya nasional melawan silent killer yang mengancam generasi penerus bangsa. Dengan deteksi dini yang terbukti mampu mengurangi beban penyakit hingga 80 persen, kami berkomitmen menjangkau anak-anak paling rentan di daerah yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya tentang pemeriksaan kesehatan, tetapi tentang menyelamatkan masa depan Indonesia,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan program, YJI menggandeng organisasi profesi Perkumpulan Ahli Teknisi Kardiovaskuler Indonesia (PATKI) sebagai mitra teknis. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh penggunaan perangkat ultrasound portabel Lumify yang disediakan oleh Philips Foundation melalui kemitraan strategis dengan World Heart Federation (WHF).

Program nasional ini tidak hanya berfokus pada skrining kesehatan, tetapi juga mencakup berbagai tujuan strategis lainnya. Di antaranya adalah pelatihan tenaga kesehatan lokal, penyusunan basis data nasional Penyakit Jantung Rematik, advokasi kebijakan skrining wajib di lingkungan sekolah, serta penyusunan langkah-langkah intervensi medis berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh.

Dalam jangka panjang, YJI berharap program tersebut mampu membangun sistem deteksi dini Penyakit Jantung Rematik yang terintegrasi secara nasional, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit jantung sejak usia dini, serta menciptakan model penanganan terpadu bagi anak-anak yang terdiagnosis penyakit tersebut.

Selain pemeriksaan kesehatan, setiap kegiatan skrining juga menghadirkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang memberikan edukasi kepada guru, orang tua, dan wali murid. Materi yang disampaikan mencakup Penyakit Jantung Rematik serta Penyakit Jantung Bawaan (PJB), termasuk cara mengenali gejala awal, langkah pencegahan, hingga pentingnya penanganan medis yang berkelanjutan.

YJI menilai keterlibatan aktif orang tua dan tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam keberhasilan deteksi dini. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai gejala dan risiko penyakit jantung pada anak, diharapkan penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Melalui program ini, YJI menargetkan terjadinya penurunan angka kematian dini akibat Penyakit Jantung Rematik, penghematan biaya kesehatan dalam jangka panjang, serta peningkatan kualitas hidup anak-anak Indonesia. Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi negara-negara berkembang lainnya dalam upaya pencegahan penyakit jantung pada anak.

Menutup peluncuran program, Iwet mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan jantung anak-anak Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Arsenal Kokoh Di Puncak, Ma...

Belum Ada yang Mampu Meruntuhkan Keperkasaan An Se Young

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Belum Ada yang Mampu Merunt...
Megapolitan
Jaga Momentum Jakarta sebag...
Megapolitan
Selambatnya Tahun Depan  PA...
Olahraga
PSIM dan PSS Kompak dengan ...
Luar Negeri
Hubungan Dagang AS-Tiongkok...
Nasional
RI Lampaui Target Penghapus...
Luar Negeri
Paus Peringatkan AI Berpote...
Nasional
Tanpa Diversifikasi, Indone...

Tak Hanya Biar Sehat, Olahraga Juga Jadi Sarana Peduli Sosial

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tak Hanya Biar Sehat, Olahr...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.