Konsep Trilogi Kerukunan Menurut Menag Nasarudin Umar & Peran ICMI
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 10:04 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: ANTARA/yds
JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI, Nasarudin Umar, secara khusus meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) untuk berperan aktif membantu Kementerian Agama (Kemenag) dalam merealisasikan konsep 'Trilogi Kerukunan Antarumat Beragama'. Permintaan ini disampaikan Menag dalam acara Silaturahim Kebangsaan ICMI di Jakarta pada Senin (5/5) kemarin.
Menag menjelaskan, trilogi ini merupakan pilar penting untuk menciptakan harmoni di Indonesia.
"Trilogi kerukunan itu adalah antara sesama umat Islam maupun kepada pemeluk agama lain, juga antara manusia dan alam semesta dan hubungannya kepada Tuhan," jelas Menag Nasarudin Umar. Menurutnya, ketiga aspek ini harus selaras agar terwujud kerukunan yang kokoh.
Ia meyakini, dengan segenap ilmu pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki, anggota ICMI mampu menjalankan peran strategis dalam mengedukasi dan mengimplementasikan konsep trilogi ini di tengah masyarakat.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Umum ICMI, Prof. Arif Satria, menyatakan kesiapan lembaganya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menyambut baik amanat Bapak Menteri Agama terkait penguatan kerukunan umat beragama melalui konsep trilogi ini. ICMI siap berkontribusi aktif dengan segenap cendekiawan kami demi kedamaian dan keharmonisan bangsa," ujar Prof. Arif Satria.
Upaya Kemenag menggandeng ICMI ini diharapkan dapat memperkuat upaya pembinaan kerukunan yang tidak hanya berdimensi horizontal antar sesama manusia, tetapi juga vertikal antara manusia dengan Tuhan serta berdimensi ekologis antara manusia dengan alam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!