Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani di Natuna Mendapatkan JKK BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung Pemkab

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 14:38 WIB | Oleh:
Petani di Natuna Mendapatkan JKK BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung Pemkab Doc: antara foto
Ket. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto

NATUNA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, menanggung iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan para petani setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto di Natuna, Selasa (22/4), mengatakan total petani yang ditanggung sebanyak 200 orang.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan sosial bagi kelompok rentan seperti petani.

“Dana untuk membayar iuran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Wan Sazali mengatakan jumlah petani yang dibayarkan oleh Pemkab Natuna terbatas, karena selebihnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau dengan jumlah 1.814 petani.

“Pemprov membayarkan dari APBD Pemprov,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jonna, menjelaskan peserta JKK akan mendapatkan santunan sebesar Rp70 juta apabila meninggal dunia saat bekerja, dan Rp40 juta jika meninggal dalam kondisi apapun.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa untuk dua orang anak peserta, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi jenjang strata satu (S1).

Santunan juga diberikan apabila peserta mengalami cedera saat bekerja, baik yang menyebabkan kehilangan anggota tubuh maupun penurunan fungsi tubuh.

“Untuk peserta yang meninggal bukan akibat kecelakaan kerja, beasiswa tetap diberikan kepada anaknya jika peserta telah berjalan minimal tiga tahun,” katanya.

Besaran beasiswa pendidikan yang diberikan adalah Rp1,5 juta untuk jenjang TK hingga SD, Rp2 juta SMP, Rp3 juta SMA, dan Rp12 juta untuk perguruan tinggi.

“Beasiswa diberikan setiap tahun, selama delapan tahun untuk jenjang TK hingga SMA, dan 12 tahun untuk perguruan tinggi,” ucap dia.

Ia menyebutkan, program inimulai dilaksanakan dalam waktu dekat dan saat ini masih dalam tahap pendataan peserta. “Peserta aktif setelah dilakukan pembayaran,” ujar dia.

Salah satu petani Natuna, Fahrudin, menyambut baik program ini, karenaakan membantu meringankan beban ekonomi petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.