Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPJS Ketenagakerjaan dan PPKD Jaktim Kolaborasi Tingkatkan Keterampilan Usaha Penerima Manfaat

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 23:30 WIB | Oleh:
BPJS Ketenagakerjaan dan PPKD Jaktim Kolaborasi Tingkatkan Keterampilan Usaha Penerima Manfaat Doc: BPJS Ketenagakerjaan
Ket. BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Timur berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur menghadirkan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program ini ditujukan bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Timur berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur menghadirkan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program ini ditujukan bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Kolaborasi tersebut melibatkan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Jakarta Buaran, Jakarta Ceger, dan Jakarta Duren Sawit. Melalui program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar lebih mandiri secara ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan pembuatan roti dan bakery bersama PPKD Jakarta Timur. Materi yang diberikan mencakup pengenalan bahan, teknik pengolahan, proses produksi, hingga pembuatan produk yang memiliki nilai jual.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal praktis yang bisa langsung diterapkan peserta setelah mengikuti kegiatan. Selain menambah pengetahuan, keterampilan yang diperoleh juga diharapkan meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Wakil Kepala Wilayah Kepesertaan DKI Jakarta sekaligus Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Chairul Arianto atau Anto, mengatakan program PEKA merupakan bentuk nyata kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada penerima manfaat.

“Melalui PEKA, kami ingin penerima manfaat tidak hanya menerima manfaat dari program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi,” ujar Anto.

Menurut Anto, pelatihan bakery diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan, membuka peluang usaha, maupun menambah penghasilan keluarga. Keterampilan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan maupun usaha mandiri.

Kolaborasi dengan PPKD Jakarta Timur, lanjut Anto, menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelatihan yang memiliki nilai praktis. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai proses produksi yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.

“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang pelatihan. Peserta dapat terus mengembangkan kemampuan tersebut, menghasilkan produk yang berkualitas, memasarkannya, dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian keluarga,” katanya.

Program PEKA juga menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam memberikan pemberdayaan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan PPKD Jakarta Timur diharapkan dapat memperkuat kapasitas penerima manfaat agar tidak hanya terlindungi secara sosial, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Melalui pelatihan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap penerima manfaat dapat semakin produktif, mandiri, dan berdaya secara ekonomi. Penguatan keterampilan diharapkan menjadi pelengkap perlindungan jaminan sosial sehingga manfaat yang diterima dapat memberikan dampak lebih luas bagi peserta dan keluarganya.

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Timur berkomitmen mendorong berbagai bentuk kolaborasi dan program pemberdayaan bagi penerima manfaat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk terus hadir memberikan manfaat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Alcaraz Merasa Segar Secara...
Nasional
Menakar Ruang Kebijakan di ...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.