Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keberadaan RS rujukan di Tangerang jadi indikator penurunan stunting

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Keberadaan RS rujukan di Tangerang jadi indikator penurunan stunting Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Pengukuran tinggi badan anak dalam menekan kasus stunting di Kota Tangerang.

Tangerang -- Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Provinsi Banten menyebutkan keberadaan RS rujukan pelayanan balita stunting menjadi salah satu indikator penurunan jumlah kasus yang dilakukan lintas sektoral.

"Adanya RS rujukan telah memberikan kemudahan penanganan bagi balita stunting sehingga keluarga akan semakin nyaman dalam proses perbaikan gizi anak," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang, Rabu.

Pemkot Tangerang telah melakukan kerja sama perluasan RS untuk rujukan penanganan balita stunting dari enam RS swasta di 2024 menjadi 34 di 2025.

Selama tahun 2024, berdasarkan data Dinas Kesehatan tercatat ada 653 balita yang dirujuk dan diberikan pelayanan di RS rujukan tersebut.

Kini dengan semakin banyak RS rujukan maka akan lebih efektif dan jaraknya pun bisa dijangkau karena tersebar di 13 wilayah kecamatan Kota Tangerang.

"Harapannya, semakin banyak rumah sakit rujukan akan semakin banyak pula balita stunting yang tertangani dengan maksimal. Tentu, dengan jarak yang dekat dan nyaman untuk balita dan keluarga," kata dia.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang diambil dari seluruh puskesmas dan posyandu di Kota Tangerang menunjukkan terdapat penurunan kasus stunting dari 6,8 persen pada tahun 2023 menjadi 5,2 persen pada 2024.

Penurunan angka prevalensi stunting tersebut tidak terlepas dari efektivitas keberhasilan program intervensi yang selama ini dilakukan seluruh lapisan, seperti Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), Dapur Dashat, sampai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.

Selain itu Pemkot Tangerang berharap catatan penurunan angka prevalensi stunting tersebut dapat mendorong efektivitas, efisiensi, dan optimalisasi intervensi penurunan stunting agar sesuai dengan target yang telah ditentukan. 

"Kami terus optimalkan berbagai program dalam menekan angka stunting," kata dr Dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.