Industri Kecil Menengah Indonesia Naik Kelas? Kemenperin Andalkan Mentor Hub untuk Dongkrak Daya Saing
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 07:35 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing industri kecil menengah (IKM) melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyediakan layanan konsultasi bisnis Mentor Hub bagi pelaku usaha.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat struktur industri nasional.
Perguruan tinggi menurut dia dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis, memiliki sumber daya, keahlian, serta basis ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat melengkapi program pembinaan industri pemerintah.
“Mitra kolaborasi tentunya memiliki pandangan, pengalaman, sumber daya, dan solusi tersendiri yang dapat saling melengkapi agar program-program Kemenperin menjadi lebih tepat sasaran dan efektif,” kata Menperin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi PDB IKM terhadap industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026 mencapai 21,07 persen. Penyerapan tenaga kerja IKM pada Februari 2026 tercatat 13,06 juta orang, sedangkan jumlah IKM mencapai 4,44 juta unit usaha.
Untuk memperluas akses pembinaan, sejak 22 September 2026 Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) bekerja sama dengan ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Mentor Hub, layanan konsultasi gratis secara daring pada web-app Smart Sentra.
Lewat program ini, pelaku IKM dapat memilih mentor sesuai kebutuhan dan persoalan bisnis, kemudian mengikuti sesi konsultasi selama 30 menit sesuai jadwal mentor.
Saat ini terdapat 29 mentor dari lima perguruan tinggi, dan selama uji coba September 2026, sebanyak 45 sesi konsultasi telah dilaksanakan, dengan empat bidang yang paling banyak dikonsultasikan, yakni desain produk, branding, pemasaran, dan strategi bisnis.
“Konsultasi IKM ini tentunya juga menjadi masukan bagi kami untuk penyempurnaan layanan, dan juga menjadi insight untuk lebih memahami dan menyiapkan kebijakan dan program pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Direktur Industri Kimia, Sandang dan Kerajinan Ditjen IKMA Kemenperin Budi Setiawan.
Ke depan, kata dia, pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan Mentor Hub serta memperluas kolaborasi dengan menambah mitra perguruan tinggi dan tenaga pengajar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!