Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Joya de Ceren, Pompeii dari Amerika

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh:

Meskipun pelestarian situs ini sempurna, gunung berapi yang meletus memang menghantam desa tersebut sebelum menguburnya, seperti yang terlihat dari atap dan tumbuhan yang terbakar, dinding yang runtuh, dan artefak yang pecah.

Kurangnya sisa-sisa fisik memberi tahu para arkeolog yang mempelajari situs tersebut bahwa orang-orang di komunitas ini sudah cukup waspada untuk pergi tetapi tidak cukup waktu untuk mengemasi barang-barang mereka.

Ia telah membahas beberapa artefak yang tertinggal dan kesimpulan yang diambil darinya. Di tempat tinggal, misalnya, tikar ditemukan di kasau, yang menunjukkan bahwa penghuninya pergi pada siang hari. Sisa makanan dengan gesekan jari yang mencolok juga ditemukan di mangkuk, seolah-olah ditinggalkan sebelum sempat dikonsumsi.

Tanaman yang tertinggal di ladang menceritakan tentang apa yang ditanam suku Maya dan praktik pertanian mereka. Varietas tanaman kuno yang sebelumnya tidak dikenal tertinggal, terbungkus dalam abu. Bahkan jejak kaki telah ditemukan di tanah, dari pekerjaan mereka di ladang atau saat mereka pergi untuk terakhir kalinya.

Tempat tinggal yang ditemukan di Joya de Ceren menceritakan sebuah kisah tentang apa yang berarti bagi komunitas ini. Mereka menjalani kehidupan pertanian yang damai di pinggiran peradaban Maya, dengan rumah tangga dan kebun dapur, pondok keringat, dan rumah dukun yang mereka hormati, semuanya dikelilingi oleh ladang yang penuh dengan hasil panen mereka.

Struktur 9, seperti yang terlihat di peta, adalah sebuah pondok keringat, yang menunjukkan bahwa kebersihan dan praktik pengobatan adalah ritual umum. Lebih dikenal sebagai “temazcal” di Mesoamerika, ini adalah versi awal sauna yang dimaksudkan untuk membersihkan tubuh.

Bangunannya emiliki pintu masuk yang rendah yang membantu menahan uap dan panas dari api di dalamnya. Bangku-bangku berjajar di tepi bagian dalam, dan sebuah lubang kecil di atap berfungsi sebagai ventilasi asap. Ini adalah satu-satunya bangunan Mesoamerika yang ditemukan dengan kubah yang dibangun pada arsitekturnya, dan merupakan contoh temazcal yang paling terpelihara sejauh ini.

Struktur 12 adalah bangunan penting lainnya, yang dianggap sebagai tempat tinggal dukun, tempat kebutuhan spiritual terpenuhi. Ini unik dari bangunan rumah tangga lain di situs ini karena arsitekturnya. Jendela berkisi-kisi mengarah ke koridor berkelok-kelok di dalamnya. Dekorasi bangunan itu sendiri dan keindahan di dalamnya menunjukkan nilai dan keistimewaan dukun bagi masyarakat.

Mural atau lukisan bunga dan garis berwarna merah putih juga terdapat di dalamnya. Claudia Ramirez, seorang arkeolog konservasi, memberikan presentasi pada September 2021 tentang mural putih dan merah. Dia menjelaskan cat putih terbuat dari “abu vulkanik yang dicampur dengan lendir, getah tanaman,” dan warna merah adalah “ferric oxide,” tanah liat alami.

Dia juga mencatat bahwa dukun tersebut diduga seorang wanita karena “ditemukan batu gerinda, gelendong, sesaji keramik, dan patung di sana.” Wanita ini sangat dijunjung tinggi oleh komunitasnya, terlihat dari dekorasi dan pekerjaan yang dilakukan di dalam rumahnya.

Tanaman dan gudang makanan ditemukan di seluruh lokasi penggalian. Meskipun letusan gunung berapi membakar banyak api yang dilaluinya, letusan tersebut meninggalkan kesan dan bahan organik untuk dipelajari oleh para arkeolog.

Bukti pertanian dan tanaman pangan hampir 1.500 tahun yang lalu menunjukkan bahwa tidak semuanya berubah bagi manusia. Meskipun teknologi pertanian telah maju sejak saat itu, pertanian itu sendiri terlihat sama saja. Sheets mempelajari praktik pertanian yang memberi mereka barang berharga untuk diperdagangkan.

Keanekaragaman pertanian yang ditemukan merupakan bukti menakjubkan tentang apa yang dimakan masyarakat Joya de Ceren dan bagaimana mereka bertahan hidup. Banyak barang yang digali, seperti cabai, kapas, dan kakao, masih dapat dikenali saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Sabalenka Mengejar Kebangki...
Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...

Ekspor Jakarta Tumbuh 4 Persen Lebih

46 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.