Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendukbangga Sebut Ada 3 Faktor Ciptakan Generasi Emas

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendukbangga Sebut Ada 3 Faktor Ciptakan Generasi Emas Doc: Antara
Ket. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Wihaji.

Batang - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengatakan ada tiga faktor dalam upaya pemerintah menciptakan generasi emas yaitu memastikan penduduk terkendali, pembangunan keluarga bisa tentram dan kebahagiaan, serta kemandirian.

"Tiga faktor ini sebagai salah satu indikator yang disebut keluarga berkualitas. Semangatnya satu, bagaimana menciptakan generasi emas sebagai penerus bangsa dan Pak Presiden Prabowo fokus urusan generasi ke depan sebagai penerus anak bangsa, sebagai penerus dalam tata kelola serta kenegaraan dan kebangsaan," kata Mendukbangga Wihaji di Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3).

Sebagai bentuk upaya persiapan pemerintah dalam menciptakan generasi emas tersebut, kata dia, Presiden Prabowo antara lain mengeluarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam fokus menciptakan generasi emas ini, kata dia, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan lima Quick Wins dalam rangka memastikan anak Indonesia ke depan sehat walafiat serta ketika jadi pengantin dipastikan harus siap nikah dan hamil.

"Calon pengantin ketika sudah nikah dan hamil harus paham apa yang harus dilakukan, seperti hamilnya seperti apa, ketika sebagai pasangan usia subur bisa memastikan hamilnya harus sehat, ketika punya baduta dalam keadaan sehat. Intinya memastikan kenapa bayi, ibu hamil, penting untuk memastikan tidak stunting," kata Mendukbangga.

Mendukbangga Wihaji yang juga mantan Bupati Batang mengatakan negara hadir untuk mengurus ibu hamil, baduta, batita, dan balita, serta remaja, dengan program generasi berencana, serta lanjut usia.

"Intinya kepastian negara hadir maka Kemendukbangga/BKKBN memastikan ada program yang memberikan ruang masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan," katanya.

Menurut dia, saat ini Kemendukbangga/BKKBN masih fokus memprioritaskan program penurunan prevelensi stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat sebagai bagian daerah kuantitatif karena jumlah penduduknya padat.

"Jadi kalau di NTT itu karena persoalan keadilan dan di Jawa Barat karena persoalan kuantitas, sehingga otomatis prevelensi stunting cukup banyak. Saya memastikan dengan adanya Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Taman Asuh Sayang Anak, Lansia Berdaya, dan lainnya, untuk mempersiapkan generasi masa depan dari hulu ke hilir," kata Mendukbangga Wihaji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.