Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Impor Pangan, Agar Koperasi Desa Merah Putih Bisa Tumbuh

📅 Senin, 10 Mar 2025, 07:49 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangi Impor Pangan, Agar Koperasi Desa Merah Putih Bisa Tumbuh Doc: istimewa
Ket. Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Eugenia Mardanugraha

JAKARTA-Niat besar pemerintah untuk membangun 70 ribu koperasi desa merah putih sangat bagus untuk menghidupkan koperasi, namun harus diakui koperasi itu nanti bakal bersaing dengan komoditas impor. Satu satunya jalan yakni pemerintah harus menekan impor.

Demikian ditegaskan Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Eugenia Mardanugraha pada Koran Jakarta, Minggu (9/3), menanggapi gagasan besar Presiden Prabowo terkait koperasi desa merah putih.

"Itu rencana bagus, namun pemerintah harus ingat bahwa petani juga bersaing dengan komoditas impor. Ketika koperasi ditingkatkan fungsinya agar produktivitas petani meningkat, impor komoditas pangan harus dibatasi,"tegas Eugenia

Dia mencontohkan seperti yang terjadi pada bawang putih dan jeruk/buah buahan. "Jika bisa ditanam oleh petani kemudian disimpan di koperasi, maka impor perlu dibatasi. Artinya, pembangunan koperasi merah putih harus disinergikan dengan kebijakan impor pangan yang mendukungnya,"tegasnya

Di Tiongkok sepengetahuan saya papar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) itu, pemerintah sangat mendukung petani, namun dilakukan dengan cara berbeda, yaitu memodernisasi petani dengan peralatan pertanian modern dan membangun pabrik pengemasan dan pendistribusian di area kebun. 

Sehingga investasinya sangat besar, dan itu mampu dilakukan oleh pemerintah Tiongkok karena uangnya banyak. "Maksud saya, keterbatasan anggaran negara Indonesia juga menjadi isue yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan kestabilan harga pangan. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan pada koperasi,"ungkapnya

Eugenia menegaskan pula rencana koperasi merah putih ini bagus untuk menghidupkan koperasi dan perekonomian di desa. Bantuan yang diberikan kepada koperasi merah putih menjadikan koperasi sebagai kepanjangtangan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan. 

Ketika paceklik, koperasi dapat menjual dengan harga yang lebih rendah dari pasar, sebaliknya ketika panen raya koperasi dapat membeli dengan harga yang lebih mahal dari petani. Untuk pangan yang dapat disimpan seperti beras, koperasi menjadi gudang penyimpanan.

Jadi Offtaker

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Koperasi Desa Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi offtaker yang membeli hasil tani para petani ataupun hasil tangkapan nelayan di desa. 

Sudaryono meyakini para petani dan nelayan di desa dapat menjual hasil panen dan tangkapannya dengan harga yang sepadan sehingga keberadaan koperasi pun menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat desa. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Luar Negeri
Iran Ancam Anggap Musuh Sia...
Luar Negeri
Kanada Balas Tarif Trump, S...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.