Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sleman Pintar

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 20:10 WIB | Oleh:
Sleman Pintar Doc: ist
Ket. mengejar pendidikan

SLEMAN – Kalau terkait terobosan, Sleman memang nomor satu, Kini Pemkab membuat terobosan “Sleman Pintar.” Ini bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Juga menanggulangi kemiskinan secara struktural melalui sektor pendidikan dengan memperluas sasaran penerima beasiswa "Sleman Pintar."

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan sosialisasi beasiswa "Sleman Pintar" di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Minggu.

Sosialisasi yang digelar di Ruang Seminar UTY ini dihadiri langsung Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Danang Maharsa serta jajaran pimpinan universitas, calon mahasiswa penerima beasiswa, serta para orang tua atau wali mahasiswa.

Harda Kiswaya pada kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergi dan pengawasan ketat dari pihak keluarga agar program beasiswa "Sleman Pintar" dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Saya memohon kepada para orang tua atau wali mahasiswa, tolong perhatikan betul anak-anak kita. Belajarnya dipantau secara detil dan terus dimotivasi, tidak semua anak di Sleman mendapat kesempatan berharga ini," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama DPRD Sleman akan terus berjuang memastikan dana beasiswa "Sleman Pintar" ini tetap terjaga.

"Di era digital ini, tantangan semakin besar, saya minta anak-anakku berkomitmen," kata Harda.

Beasiswa "Sleman Pintar" merupakan program jangka panjang yang didanai secara mandiri melalui optimalisasi APBD, baik dari komponen pajak, retribusi, aset daerah, hingga dana insentif pemerintah pusat.

Dana publik ini dikembalikan sepenuhnya sebagai kehormatan dan fasilitas bagi masyarakat yang kurang beruntung agar mampu mengakses pendidikan tinggi.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman memaparkan bahwa pemkab memiliki tiga strategi utama dalam mengentaskan kemiskinan.

Pertama, jaminan sosial bagi warga miskin nonproduktif (lansia dan penderita sakit menahun), kedua, peningkatan keterampilan bagi usia produktif, dan ketiga memutus mata rantai kemiskinan antar generasi melalui program Beasiswa Sleman Pintar.

"Secara data empiris, anak dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi cenderung mewarisi kondisi orang tuanya karena keterbatasan akses," katanya.

Ia mengatakan, satu-satunya bekal abadi yang bisa memutus "kutukan" generasi ini adalah pendidikan dan keterampilan.

"Lewat program 'Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana' ini, Pemkab Sleman membiayai penuh uang semesteran sehingga orang tua tidak perlu cemas lagi. Tugas mahasiswa hanya satu belajar, tangguh, cepat lulus, dan berprestasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.