Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Prioritas Pemerintah Diharapkan Serap Tenaga Kerja Kendati Ada PHK

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Program Prioritas Pemerintah Diharapkan Serap Tenaga Kerja Kendati Ada PHK Doc: ANTARA/Yusuf NugrohoI
Ket. Sejumlah calon pelamar kerja mengunjungi stan perusahaan saat Kudus Job Fair 2024 di gedung Graha Mustika, Jati, Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Jakarta – Pemerintah terus mendorong program-program prioritas sebagai upaya untuk menyerap tenaga kerja di tengah tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor. Berbagai kebijakan strategis, seperti pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta pengembangan ekonomi digital dan sektor hijau, diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, investasi dalam program prioritas pemerintah akan bisa menyerap tenaga kerja walaupun belakangan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja PHK di berbagai industri manufaktur.

“Kita sudah melihat bahwa kenyataan di lapangan, sudah terjadi mungkin PHK di berbagai industri manufaktur, namun kami tetap melihat bahwa investasi ke depannya pun juga akan bisa menyerap tenaga kerja juga,” katanya di Jakarta, Jumat (7/3).

Seperti dikutip dari Antara, menurut Josua Pardede, selain berpotensi membuka lapangan pekerjaan, dirinya optimis program-program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program 3 Juta Rumah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Dalam lima tahun terakhir, tren penurunan daya beli disebut terjadi secara signifikan karena faktor perlambatan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Selain itu, peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor non formal juga memperparah keadaan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengambil langkah-langkah proaktif dengan mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor formal yang diharapkan memberikan pendapatan lebih stabil bagi masyarakat.

Pemerintah juga dinyatakan tetap memberlakukan paket-paket insentif kebijakan seperti diskon listrik pada dua bulan pertama tahun ini yang diharapkan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

“Jadi kita membaca deflasi dua bulan berturut-turut itu mestinya kita melihatnya juga bahwa ada pengeluaran yang berkurang untuk pembayaran listrik, tapi juga mestinya ada di sisi lainnya ada spending lain yang bisa dialokasikan, khususnya apalagi kita melihat juga dari sisi faktor musiman yang mendekati di bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri nanti. Kita juga perlu mengingat juga bahwa tahun ini faktor dari El Nino pun juga akan hilang,”ujar Josua.

Langkah Strategis

Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan sekaligus Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan pemerintah memerlukan adanya langkah strategis demi mencegah PHK besar di sektor industri padat karya.

“Saat ini PHK ada di mana-mana, mulai dari Sanken, pabrik piano Yamaha, sampai Sritex. Ini dampaknya sangat terasa , sehingga untuk sektor padat karya ini harus lebih serius, diberikan perhatian khusus,” kata Timboel di Jakarta, Jumat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.