Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertumbuhan Ekonomi Q1-2025 Diperkirakan Kurang Dari 5 Persen

📅 Rabu, 05 Mar 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Pelemahan rupiah yang menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok akan menggerus daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah yang memiliki elastisitas konsumsi tinggi terhadap perubahan harga,” kata Freesca.

Bulan Ramadan yang biasanya menjadi momen peningkatan konsumsi dapat berubah menjadi periode pelemahan permintaan domestik jika inflasi terlalu tinggi. Dalam kondisi seperti ini, rumah tangga cenderung mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial dan lebih fokus pada kebutuhan dasar, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Rupiah yang melemah sejak awal tahun dan terus berlanjut hingga periode Ramadan 2025 juga berpotensi menjadi faktor yang mempercepat inflasi, menggerus daya beli, dan memperbesar beban fiskal negara.

“Jika tidak diatasi dengan kebijakan yang tepat dan responsif, dampaknya bisa lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah ujarnya perlu memastikan bahwa strategi stabilisasi harga pangan dan energi berjalan efektif, sementara kebijakan moneter tetap selaras dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Dengan koordinasi yang kuat antara otoritas fiskal dan moneter, serta kebijakan yang berbasis pada data ekonomi yang akurat, Indonesia dapat meminimalisasi dampak negatif dari pelemahan rupiah dan memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meskipun berada dalam tekanan eksternal yang kuat,” papar Freesca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Warga Kendari Diminta Mencermati Cuaca Buruk

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Kendari Diminta Mence...

Kontingen Popda Natuna Tenang karena BPJS Ditanggung Pemkab

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kontingen Popda Natuna Tena...

Peternak Sumut Dapat Gelontoran Bantuan Jagung 508 Ton

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Peternak Sumut Dapat Gelont...

Piala Dunia, Australia Lolos dari Lubang Jarum

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Australia Lolo...
Olahraga
Piala Dunia, Fase Gugur Dim...
Rona
Kacau, Lingkungan Sekolah D...
Luar Negeri
Gelombang Panas di Italia T...
Megapolitan
Tol Adalah Jalan Berbayar, ...
Luar Negeri
Dunia Digugah untuk Membant...
Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 27–28 Juni 2026: Ada Semasa Piknik hingga Konser KARD

Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 27–28 Juni 2026: Ada Semasa Piknik hingga Konser KARD

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.