Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membuat Kebaya Bergaya Sopan Jadi Tantangan Desainer Modest

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 21:23 WIB | Oleh:
Membuat Kebaya Bergaya Sopan Jadi Tantangan Desainer Modest Doc: ANTARA/Jasmine Nadhya Thanaya
Ket. Dua peserta memperagakan busana kebaya masa kini dalam peragaan busana di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta.

JAKARTA - Ketua Nasional Indonesia Fashion Chamber (IFC) Lenny Agustin mengatakan membuat kebaya dengan gaya sopan dan tertutup menjadi salah satu tantangan yang dihadapi desainer di era modest fashion (pakaian tertutup sopan).

“Kebaya itu sebenarnya agak seksi ya, maksudnya siluetnya kebaya Jawa banget, makanya filosofi-filosofinya mereka harus pas dan kalau dibawa sekarang terlalu seksi makanya kita menciptakan kebaya yang lebih modest, agar lebih bisa diterima ke masyarakat saat ini termasuk yang kalangan mereka yang muslimah,” kata Lenny saat berkunjung ke Antara Heritage Center di Jakarta, Kamis (19/6).

Ia pun mendorong para perancang busana modest atau muslim untuk bisa mengkreasikan model kebaya yang bisa dipakai wanita muslim tanpa mengumbar siluet yang tidak sesuai syariat busana muslim.

Ia mengatakan kebaya juga tidak hanya dari Jawa namun bisa mengambil inspirasi kebaya dari daerah lain seperti Sumatera atau Ambon yang memiliki siluet lebih longgar yang bisa sesuai dengan desain kebaya sopan.

Perancang busana dari jenama Funky Kebaya ini mengatakan saat ini sudah banyak desainer busana sopan yang bersaing seiring booming-nya tren wanita berhijab. Ia mengatakan bahkan saat ini sudah sulit untuk mencari desainer yang tidak mendesain baju modest karena tingginya pasar pada busana muslim.

Namun dengan kondisi ini membuat peluang pasar semakin luas sehingga masyarakat mendapatkan banyak pilihan dengan busana yang lebih inklusif tidak hanya untuk wanita berhijab.

“Space-nya banyak, pilihannya banyak, itulah mungkin yang lebih bersaing secara kreativitas, makin beragam makin bagus, masyarakat pangsa pasarnya jadi lebih inklusif, semua agama, semua kelas sosial itu bisa mendapatkan selera masing-masing yang sesuai,” katanya.

Lenny mengatakan di IFC akan membimbing perancang busana yang tidak hanya berkecimpung di industri modest fashion, namun juga di busana pengantin dan busana nasional dengan ikut pada event-event tahunan IFC seperti Spotlight, atau Front Row di Paris supaya bisa mengembangkan fashion lokal tidak hanya modest. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.