Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Pariaman Memantau Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadan 

📅 Senin, 03 Mar 2025, 22:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Pariaman Memantau Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadan  Doc: ANTARA
Ket. Salah seorang pedagang di Pasar Pariaman, Sumbar sedang melayani pembeli.

Pariaman– Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, meningkatkan pemantauan harga kebutuhan pokok selama Ramadan sebagai bahan untuk mengambil kebijakan jika terjadi kenaikan harga guna mengantisipasi inflasi.

"Kami memantau harga kebutuhan pokok setiap hari, kecuali Sabtu dan Minggu," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Pariaman, Alyendra, di Pariaman, Senin (3/3).

Dia mengatakan perkembangan harga sembako di Pariaman hasil pemantauan setiap hari itu dilaporkan kepada pemerintah provinsi yang kemudian dilanjutkan kepada pemerintah pusat.

Setiap Senin, pihaknya melaksanakan rapat untuk membahas perubahan harga sembako di Pariaman. Dia mengungkapkan harga sembako yang dikhawatirkan pihaknya mengalami kenaikan pada Ramadan bahkan menjelang Lebaran, yakni cabai karena pada tahun-tahun sebelumnya salah satu kebutuhan itu relatif mengalami kenaikan harga.

Kenaikan harga tersebut, ujarnya, biasanya selain karena peningkatan permintaan pasar juga permasalahan panen akibat cuaca."Kalau sekarang harga kebutuhan pokok masih relatif stabil," katanya.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, harga cabai merah keriting di Pariaman saat ini mencapai 55 ribu rupiah per kilogram, mengalami kenaikan ketimbang pada Jumat (28/2) yang 45 ribu rupiah atau terjadi kenaikan 10 riburupiah.

Harga cabai rawit pada hari ini 50 ribu rupiah per kilogram, mengalami kenaikan 5 riburupiah ketimbang pada Jumat (28/2) yang 45 riburupiah, sedangkan cabai hijau keriting masih sama, yakni 35 riburupiah.

Harga bawang merah pada hari ini 37 ribu rupiah per kilogram atau terjadi kenaikan 2 ribu rupiah per kilogram ketimbang pada Jumat (28/2) yang 35 riburupiah.

Harga cabai merah keriting di Pariaman menjelang Ramadan sempat mencapai 65 ribu rupiah per kilogram, kemudian turun menjadi 36 ribu rupiah karena tingginya produksi salah satu kebutuhan pokok tersebut.

Sebelumnya, harga cabai merah keriting di Kota Pariaman mengalami penurunan sekitar 30 ribu rupiah dari yang sebelumnya 65 ribu rupiah per kilogram menjadi 36 ribu rupiah menjelang memasuki bulan suci Ramadan 1446 Hijriah.

"Harga cabai turun dalam beberapa hari ini.Penurunan itu disebabkan oleh adanya panen cabai di daerah Kerinci," kata salah seorang pedagang di Pasar Pariaman, Eka Baik Leswati.

Meskipun harga cabai merah keriting di daerah itu dalam pekan ini mengalami penurunan, katanya, harga salah satu kebutuhan pokok itu akan naik kembali dalam beberapa hari ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.