Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Siapkan AI untuk Deteksi Dini TBC

📅 Minggu, 02 Mar 2025, 16:32 WIB | Oleh:
Kemenkes Siapkan AI untuk Deteksi Dini TBC Doc: Foto istimewa
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (kiri) usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi Qure.ai, di Jakarta, pekan lalu.

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan kecerdasan buatan atau AI untuk mempercepat deteksi dini Tuberkulosis (TBC). Untuk merealisasikan hal tersebut pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi Qure.ai.

"Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital sektor kesehatan guna meningkatkan efisiensi layanan dan mempercepat diagnosis," ujar Budi, usai penandatangan MoU, di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan pemanfaatan AI dalam TBC nantinya akan dilakukan dalam pencitraan sinar-X dada. Menurutnya, pemanfaatan AI dalam sistem kesehatan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Tidak hanya bagi pasien, tapi juga bagi tenaga medis.

"Dengan inovasi ini, pasien akan mendapatkan layanan yang lebih cepat, sementara tenaga medis dapat lebih fokus pada perawatan dan pengobatan," jelasnya.

Budi mengungkapkan, teknologi ini juga akan meningkatkan efisiensi pelayanan radiologi dengan mengurangi ketergantungan pada film sinar-X fisik. Selain itu, penyimpanan dan distribusi data medis akan lebih praktis dan terstruktur.

Dia melanjutkan, sebagai tahap awal, pihaknya akan mengimplementasikan proyek percontohan (pilot project) di RS Fatmawati dan RS Pusat Otak Nasional (RSPON). Jika proyek ini berhasil, teknologi AI dari Qure.ai akan diperluas ke lebih banyak fasilitas kesehatan yang ditunjuk di seluruh Indonesia.

"Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mempercepat eliminasi TBC dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," tuturnya.

Secara terpisah, Guru Besar dalam Bidang Penyakit Tropik dan Infeksi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yanri Wijayanti Subronto, mengatakan, TBC masih merupakan masalah dalam klinis medis, kesehatan masyarakat, dan sistem Kesehatan. TBC juga menjadi kemanusiaan karena masih adanya stigma dan marjinalisasi pada penderitanya.

“Sudah saatnya kita lebih toleran, lebih tidak menghakimi, dan dapat memberikan layanan dengan pikiran dan hati yang terbuka,” terangnya.

Dia menyebut, tidak semua orang yang terinfeksi bakteri Tuberkulosis (TBC) akan secara otomatis menderita sakit TBC. Mayoritas orang terinfeksi dapat membersihkan infeksinya sendiri.

"Namun salah satu tantangan utama dalam penanggulangan TBC adalah dalam hal diagnosis infeksi dan penyakit TBC," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.