RI Sulit Tumbuh Tinggi Jika Terus Impor dan Tidak Membangun Ekonomi Kerakyatan
📅 Jumat, 14 Feb 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiAgar pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat dan berkelanjutan, Aditya berharap Pemerintah lebih serius melakukan reformasi struktural, terutama dengan mengurangi kebergantungan pada impor dan memperkuat sektor produksi dalam negeri.
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya YB. Suhartoko mengatakan, pertumbuhan 5 persen per tahun adalah sesuatu yang biasa, tanpa usaha yang cukup berarti angka tersebut mudah tercapai.
Untuk mencapai Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi syarat mutlak. “Konsekuensinya perlu usaha yang keras dan tentu saja terintegrasi dan terkoordinasi baik antar Kementerian dan Lembaga, maupun pemerintah pusat dan daerah,”tegasnya
Untuk merencanakan pencapaian pertumbuhan tinggi, perlu strateginya dengan memperhatikan struktur ekonomi Indonesia. Pertama, dari sisi pengeluaran konsumsi memegang kontribusi terbesar dalam PDB (produk domestik bruto). Oleh karena itu dalam jangka pendek konsumsi harus tumbuh di atas 7 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional agar pertumbuhan ekonomi meningkat pada tahun berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peningkatan konsumsi berkaitan dengan pendapatan yang berasal dari dunia usaha. Oleh karena itu secara simultan pengeluaran investasi yang menyerap tenaga kerja juga harus dilakukan,” kata Suhartoko.
Kedua, kontribusi UMKM terhadap PDB sekitar 60 persen dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 90 persen. Hal itu menyiratkan seharusnya perhatian negara terhadap UMKM harus lebih serius, terintegrasikan dan terkoordinasikan, bukan sekedar obyek program dan proyek semata tanpa kejelasan targetnya.
Ketiga, manufakturisasi berkaitan dengan hilirisasi perlu dilakukan dengan segera namun tetap harus memperhatikan kemandirian dalam barang antara yang seringkali harus diimport dan menciptakan ketergantungan jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terakhir, penyelenggaraan pemerintahan harus efisien untuk menurunkan ekonomi biaya tinggi. Pungutan liar diminimalisir, mafia pajak dan cukai diberantas, perijinan yang pasti dan keamanan berusaha wajib ditingkatkan.
Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute Awan Santosa mengatakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, transformatif, demokratis, dan berkelanjutan, maka produktivitas ekonomi rakyat yang berbasis produk lokal harus ditingkatkan.
“Pertumbuhan yang ditopang fundamental ekonomi yang kokoh, tidak rentan terhadap gejolak dan krisis ekonomi dan keuangan global,” kata Awan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!