Antisipasi Krisis Pangan Terulang, Kementan Pantau Pertanaman Padi Seluruh Indonesia
📅 Senin, 27 Jan 2025, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memonitor pertanaman padi seluruh Indonesia guna cegah krisis pangan. Semoga kegiatan tersebut benar-benar menjadi fokus Kementan, bukan hanya sekedar seremonial saja.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan pengecekan pertanaman padi seluruh Indonesia guna memastikan kesiapan pangan dalam negeri dan mencegah terjadinya krisis pangan.
"Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya krisis pangan yang sempat melanda pada awal tahun 2024," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (25/1).
Mentan memimpin pemantauan kesiapan pertanaman padi di seluruh wilayah produsen beras yang dilakukan secara daring, untuk memastikan keberhasilan program swasembada pangan nasional.
Dia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) pada periode Februari hingga April 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
"LTT pada Februari hingga April 2025 akan menjadi penentu utama keberhasilan kita dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Mentan.
Kebijakan pompanisasi yang diterapkan pemerintah telah menunjukkan hasil positif. Produksi pangan pada periode Juli-Desember 2024 meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mentan menegaskan bahwa pada 2025 pemasangan pompa irigasi akan lebih baik, sehingga diharapkan mampu mendorong lompatan produksi yang lebih besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Mentan juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur irigasi, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi. Untuk itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) diminta untuk memastikan kesiapan dan perbaikan irigasi guna mendukung pertanaman padi.
Beberapa langkah perbaikan sedang dilakukan di wilayah prioritas seperti Pinrang, yang mengusulkan perbaikan irigasi tersier sepanjang 8.000 hektare serta pembangunan dam parit untuk meningkatkan hasil produksi.
Di Lampung, BBWS melaporkan tengah memperbaiki tanggul yang rusak akibat curah hujan tinggi, sementara di Kalimantan Barat, 12 area irigasi sepanjang 550 km sedang dikerjakan.
Di Sumatera Selatan, BBWS juga merehabilitasi dua daerah irigasi dan lahan rawa untuk memastikan ketersediaan air.
Brigjen Putra, perwira Pj wilayah Kalimantan, melaporkan bahwa BBWS aktif menangani permasalahan irigasi sesuai arahan swasembada pangan.
Beberapa wilayah telah menetapkan target LTT mereka. Jawa Timur menargetkan tanam pada Februari 2025 seluas 156.786 ha, yang diproyeksikan meningkat menjadi 193.419 ha pada Maret 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!