Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan

📅 Sabtu, 25 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tentu ini memerlukan masukan dan pematangan konsep dan sekarang kita sudah lakukan. Kami juga perlu berdiskusi dengan pihak-pihak yang kompeten, yang memahami betul dunia pendidikan.

Sekolah Rakyat ini akan menjadi salah satu akses mereka mendapatkan jaminan sosial, yang pasti bagi usia sekolah mereka mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang unggul di sekolah-sekolah rakyat. Nanti setelah lulus, dia bisa kembali pulang, mereka jadi agen perubahan di keluarga maupun di diri sendiri.

Selain program bansos, program pemberdayaan juga tidak kalah penting. Bagaimana program pemberdayaan ini kedepannya?

Dalam perlindungan dan jaminan sosial, masyarakat memperoleh bantuan sosial agar dapat mencukupi kebutuhan dasarnya. Setelah itu mereka didorong dengan program pemberdayaan sehingga ada batasan dalam menerima bantuan sosial.

Itu yang perlu dikoreksi ke depannya bahwa banyak juga keluarga penerima bantuan merasa nyaman dengan bantuan sosial, sehingga mereka tidak mau keluar dari situ. Ke depan kita harus lakukan suatu upaya nyata agar bisa melakukan suatu usaha, semangat untuk keluar dari program perlindungan dan jaminan sosial.

Penerima bantuan harus pindah ke program pemberdayaan dan setelah itu menjadi keluarga yang lebih mandiri. Hal tersebut yang perlu dilakukan karena selama ini Kemensos hanya terkesan sebagai social protection heavy. Sehingga terlihat hanya melakukan pemberian bansos, membuat orang tidak termotivasi dan malas.

Padahal program ini hanya untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial sementara, untuk kemudian dipindah ke program pemberdayaan dan graduasi (checkout dari penerima bansos). Jadi program ini untuk menjadi keluarga yang lebih mandiri, dan itu yang kita lakukan, kita miliki proses bisnis seperti itu.

Apakah ada target penerima Bansos yang graduasi?

Target kita jelas. Kalau bisa setiap pendamping menggraduasi 10 KPM. Kalau 10 KPM kita punya 33 ribu pendamping, itu artinya 300 ribu lebih setiap tahun ada yang graduasi. Dengan begitu kita kerjanya ada target terukur. Dan sekaligus bisa melakukan evaluasi setiap tahunnya.

Itu target minimal?

Ya itu minimal. Kalau bisa ya 20 bagus. Tetapi terus terang saya minta kepada para pendamping, siapkan KPM yang memang benar-benar bisa mandiri ke depan. Jangan asal dikeluarkan. Tapi harus benar-benar terpilih KPM yang sudah dipersiapkan. Dan mereka akan semakin maju ke depannya. Jangan sampai sudah di graduasi balik lagi. Jadi miskin gitu. Ini yang akan jadi bahan evaluasi kerja pendamping kita.

Kemensos juga bertugas dalam penanganan bencana. Untuk kesiapannya sendiri seperti apa?

Soal penanganan bencana yang ada di Kementerian Sosial ini kita memiliki 731 lumbung sosial yang berada di titik-titik yang rawan terhadap bencana dengan nominal isi lumbung jika dirupiahkan mencapai 42 miliar rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Menkeu Purbaya Tunda Pajak ...
Megapolitan
Terungkap! Pelaku Mutilasi ...
Luar Negeri
Kirgistan Larang Kremasi Je...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.