Sekolah Rakyat untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan
📅 Sabtu, 25 Jan 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
ANTARA/Fakhri Hermansyah
Apakah data baru tersebut digunakan untuk penyaluran bantuan sosial di triwulan pertama?
Untuk triwulan pertama menurut saya belum. Mungkin nanti kalau bisa triwulan kedua. Sebisa mungkin kita usahakan triwulan kedua untuk bisa menyalurkan bantuan sesuai dengan data baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu program di Kemensos saat ini yaitu pembangunan Sekolah Rakyat. Bisa bapak jelaskan terkait program tersebut?
Sekolah Rakyat merupakan sekolah yang akan dirintis untuk membantu pelajar tidak mampu khususnya mereka yang masuk kelompok miskin ekstrem. Dengan demikian mereka bisa bersekolah secara gratis dan berkualitas.
Sekolah Rakyat yang akan dibangun nantinya menyerupai sekolah asrama (boarding school). Jadi tidak hanya gratis dan berkualitas namun juga bisa menjamin asupan gizi para siswanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tujuan utama sekolah rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan. Jika orang tuanya miskin jangan sampai anaknya jadi miskin. Ini harus diputus dengan menyekolahkan mereka.
Prosesnya sejauh ini seperti apa?
Yang jelas dimulai dari sekitar Jakarta. Sekolah Rakyat akan tersedia untuk jenjang SD dan SMP. Secara kurikulum dan pembelajaran, Sekolah Rakyat tidak berbeda dengan sekolah pada umumnya. Konsep asrama dipilih untuk membentuk karakter para siswa.
Kebiasaan-kebiasaan yang baik itu dibentuk. Sebab kalau di rumah kadang-kadang tidak mendapatkan dukungan yang semestinya. Terutama pola asuhnya. Maka itu ingin supaya ada semacam model di mana ada pendidikan khusus bagi putra-putri dari keluarga miskin ekstrem.
Banyak anggapan bahwa sekolah rakyat ini akan menimbulkan polemik. Tanggapannya terkait hal ini seperti apa?
Kita juga melibatkan Kementerian Pendidikan, insyaallah kita perlu mengintegrasikan program ini dengan sekolah-sekolah yang lain. Kan ada sekolah kayak Garuda (Sekolah Unggulan Garuda), ada sekolah kayak ini, ada sekolah yang lain juga. Jadi model-model ini bisa dikumpulkan supaya bisa diduplikasi nanti pada akhirnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!