Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Biennale 2026 Digelar di TIM, 20 Seniman Pamerkan Karya Seni

25 Senin, 05 Okt 2026, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Biennale 2026 Digelar di TIM, 20 Seniman Pamerkan Karya Seni Jakarta Biennale 2026 Digelar di TIM, 20 Seniman Pamerkan Karya Seni Doc: Beritajakarta
Ket. Jakarta Biennale 2026 mulai digelar 4 hingga 28 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Pameran seni rupa kontemporer internasional bertajuk Jakarta Biennale 2026 mulai digelar 4 hingga 28 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Mengusung tema kuratorial "Kebal", puluhan karya seni rupa dari 20 seniman lokal maupun internasional, dipamerkan di kompleks TIM.

Event ini merupakan hasil kolaborasi Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM), 16 kolektif seni yang tergabung dalam Majelis Jakarta, serta Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta.

Perwakilan Majelis Jakarta, Bagus Purwoadi mengatakan, tema kuratorial "Kebal" dipilih untuk merepresentasikan identitas masyarakat urban, khususnya kelas pekerja. 

"20 seniman yang karyanya dipamerkan merupakan hasil keputusan dari hasil diskusi," ujar Bagus, Minggu (4/10). 

Jakarta Biennale 2026, lanjut Bagus, juga menyelenggarakan "Ruang Tamu", yakni platform yang dikelola beberapa kolektif yang tergabung dalam Majelis Jakarta, antara lain: Artery Performa; Kedai Atelir Ceremai yang dikelola kolektif Atelir Ceremai.

LHutan Mangrove dan Hutan Kota Pulau Pramuka yang dikelola kolektif Rumah Budaya Selat Bonot; Gudskul Ekosistem yang dikelola oleh kolektif Cut And Rescue.

Lalu ada Kumpulan Bunyi Sunya, Posk Masyarakat Peduli Lingkungan Kali Krukut (MPLKK) yang dikelola kolektif Selarasa Foodlab dan Grafis Huru Hara, Panna Lab yang dikelola kolektif Panna Foto Institute, Neha Hub yang dikelola kolektif Creativite.

Selanjutnya ada Taman Stasiun Manggarai yang dikelola l kolektif Ngakarya, FSRD IKJ yang dikelola kolektif Sekolah Sablon Indonesia; Kelas Aktivisme Seni, dan Kosarupa; Rooftop Pasar Gembrong yang dikelola kolektif Festival Film Jelek, dan Outlier Café yang dikelola Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan.

"Selain Ruang Tamu, Jakarta Biennale juga merancang beberapa program publik berupa diskusi, lokakarya, performance art, pertunjukan musik, pameran serta beberapa aktivasi lainnya di antaranya bincang seniman dan lokakarya zine dan sebagainya," paparnya. 

Sementara Ketua Komite Seni Rupa DKJ, Daniella Fitria Praptono berharap karya seni yang dipamerkan bisa jadi alat berkomunikasi dengan warga melalui program Ruang Tamu yang hadir di 13 titik kota Jakarta.

"Intinya adalah resilient dan harapan seni," tuturnya.

Kepala UP PKJ TIM, Harry Sanjaya menjelaskan, pameran ini merupaksn penyelenggaraan yang terencana, kolaboratif, dan responsif terhadap isu-isu aktual dan diharapkan mampu menghadirkan ruang dialog yang terbuka antara seniman, komunitas, dan masyarakat luas.

"Jakarta Biennale mengingatkan bahwa TIM bukan sekadar tempat memamerkan karya, tetapi ruang bertemunya seniman, komunitas, gagasan, dan masyarakat," ucap Harry.

"Kami ingin TIM terus menjadi rumah yang terbuka bagi perkembangan seni dan berbagai gagasan yang tumbuh di Jakarta," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
Ekonomi
Di WCCE 2026, Kementerian E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.