SPPG di Kota Cirebon siap salurkan paket MBG untuk 10 ribu siswa
📅 Senin, 06 Jan 2025, 22:21 WIB | Oleh: Arif
Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Cirebon, 06/1 - Satuan Pengelola Pelayanan Gizi (SPPG) di Kota Cirebon Jawa Barat menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan paket makanan bergizi gratis (MBG) kepada sekitar 10 ribu siswa di kota itu pada 13 Januari 2025.
“Yayasan kami menjadi salah satu mitra dari program MBG -SPPG- di Kota Cirebon dan siap mendukung pelaksanaan program ini,” kata Ketua Pembina Yayasan Miftahul Ulum Otong Iip di Cirebon, Senin.
Ia mengatakan persiapan program ini telah dilakukan sejak dua bulan terakhir, termasuk melalui proses verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dia menjelaskan, pada awalnya pihaknya merencanakan distribusi paket MBG tersebut dimulai pada Senin (6/1). Namun setelah evaluasi dan penyempurnaan layout dapur oleh tim BGN, diputuskan kalau proses penyaluran itu dimulai pada 13 Januari 2024 agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Yayasan Miftahul Ulum Kota Cirebon, kata Iip, memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengelolaan dapur untuk kebutuhan siswa pada Islamic Boarding School yang lembaga tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan pengalaman ini, pihaknya mengambil inisiatif untuk bergabung dalam program MBG agar dapat menjangkau sekolah-sekolah di sekitar.
“Kami mendata ada sekitar 10 ribu siswa dari PAUD hingga SMA di radius tiga kilometer dari sekolah kami yang akan menjadi penerima manfaat. Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga akan mendapatkan makanan bergizi melalui posyandu,” ujarnya.
Dia menyebutkan, setiap makanan yang diproduksi telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh BGN.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, dia mengungkapkan untuk menu harian yang disajikan akan bervariasi seperti ikan, ayam, telur, nasi, dan sayuran, dengan pengawasan langsung dari ahli gizi BGN di dapur.
“Kami memastikan bahwa kualitas gizi menjadi prioritas utama, dengan pengawasan ketat dari tim BGN,” tuturnya.
Menurutnya, dapur yang dikelola yayasannya ini melibatkan 47 tenaga kerja dengan pembagian tugas mulai dari koki, tenaga gudang, hingga petugas pengemasan dan pencucian.
Iip menyampaikan distribusi paket makanan nantinya berlangsung lima hingga enam hari per minggu, bergantung pada jadwal sekolah masing-masing.
“Kami optimistis program ini dapat berkembang secara bertahap. Dengan jumlah siswa di Kota Cirebon yang mencapai 60 ribu, diperkirakan setidaknya 20 dapur diperlukan untuk mendukung program ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Kadini mengatakan, program MBG saat ini belum diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah kota tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!